Menko Muhaimin: Pemerintah Jaga Ketahanan Kelas Menengah Indonesia
- 09 Apr 2026 16:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah Indonesia berkomitmen menjaga ketahanan kelas menengah Indonesia dari tekanan ekonomi global
- Menko PM Muhaimin menilai kerentanan kelas menengah tidak hanya dipicu tekanan eksternal, tetapi juga dipengaruhi kebijakan pembangunan beberapa dekade terakhir.
RRI.CO.ID, Bogor - Pemerintah Indonesia berkomitmen menjaga ketahanan kelas menengah Indonesia dari tekanan ekonomi global. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar.
“Kita terus bekerja sekuat tenaga untuk menjaga agar kelas menengah tidak turun. Pasalnya mereka menghadapi berbagai tekanan ekonomi global yang terjadi,” kata Muhaimin Iskandar saat memberikan sambutan dalam acara Rakernas Universitas Terbuka (UT) di Bogor, Jawa Barat, Kamis, 9 April 2026.
Muhaimin menilai kerentanan kelas menengah tidak hanya dipicu tekanan eksternal, tetapi juga dipengaruhi kebijakan pembangunan beberapa dekade terakhir. Ia menyebut kondisi itu mendorong agenda transformasi nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
“Transformasi artinya perubahan yang terus-menerus agar kita tidak mengulangi kegagalan dan kesalahan pembangunan di masa lalu. Pemerintah berupaya memastikan arah pembangunan kembali pada prinsip kemandirian nasional sesuai amanat konstitusi, sehingga Indonesia mampu berdiri kuat di atas kaki sendiri,” ucap Muhaimin.
Menurutnya, sejak pelantikan Presiden Prabowo telah mengusung pemberdayaan masyarakat sebagai strategi utama untuk memperkuat kemandirian ekonomi bangsa. Ia menyoroti tiga krisis utama Indonesia: pangan, energi, dan pengelolaan sumber daya alam akibat tata kelola pembangunan.
“Pada dasarnya kita adalah bangsa yang kaya dan memiliki seluruh syarat untuk bisa berdiri di atas kaki sendiri. Dalam waktu satu tahun setengah, stok pangan nasional kita justru menjadi yang terbesar dalam sejarah perjalanan bangsa,” kata Muhaimin.
Sementara, Rektor Universitas Terbuka (UT) Ali Muktiyanto mengatakan alumni UT mulai menunjukkan kontribusi nyata melalui program beasiswa masyarakat kurang mampu. Ia menyebut setiap wisuda kini disertai penyaluran beasiswa Ikatan Alumni UT bagi 10 hingga 20 penerima.
“Setiap wisuda kini selalu ada penyerahan beasiswa dari alumni UT. Ini bukan sekadar retorika, tetapi pembuktian nyata,” kata Ali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....