Usulan Magang Nasional 2026 Capai 150 Ribu Peserta, Pemerataan Jadi Prioritas
- 09 Apr 2026 16:13 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Usulan program Magang Nasional 2026 menargetkan sekitar 150.000 peserta, namun masih menunggu koordinasi dan verifikasi Kementerian Keuangan
- Pemerintah menekankan distribusi peserta harus merata di seluruh wilayah Indonesia, tidak terpusat di Jakarta saja
- Program magang diharapkan menjadi solusi menekan tingkat pengangguran terbuka, terutama di daerah dengan angka pengangguran tinggi
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan usulan program Magang Nasional 2026 mencakup sekitar 150.000 peserta sebagai tahap awal perencanaan. Ia menegaskan usulan tersebut masih akan melalui proses koordinasi serta verifikasi oleh Kementerian Keuangan sebelum diputuskan.
“Sudah diusulkan, tapi itu kan baru tahapan awal. Sesudah itu tentu akan ada proses koordinasi, verifikasi dari Kementerian Keuangan, dan itu nanti kita akan ikuti,” katanya usai mengikuti Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis, 9 April 2026.
Yassierli menjelaskan usulan jumlah peserta tersebut didorong oleh tingginya antusiasme masyarakat terhadap program magang nasional. Ia menegaskan pengajuan tersebut masih berupa tahap awal sehingga keputusan akhir belum dapat ditetapkan saat ini.
Ia menekankan bahwa distribusi peserta magang harus merata sesuai arahan Komisi IX agar tidak terpusat di wilayah tertentu. Sebaran tersebut mencakup wilayah Indonesia Barat, Indonesia Tengah, hingga Indonesia Timur secara proporsional dan berkeadilan.
“Kuncinya kalau magang itu nanti sebarannya harus merata, dan itu yang diminta oleh Komisi IX. Jadi sebaran, mulai dari Indonesia Barat, Indonesia Tengah, Indonesia Timur, jadi tidak boleh hanya numpuk di Jakarta,” ujarnya.
Menurut Yassierli, program magang diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam menekan tingkat pengangguran terbuka di berbagai daerah. Ia menambahkan wilayah dengan tingkat pengangguran lebih tinggi diharapkan mendapatkan proporsi peserta magang yang lebih besar.
“Karena mereka berharap magang ini juga harus menjadi salah satu solusi pengentasan TPT, tingkat pengangguran terbuka. Jadi malah berharapnya, kalau wilayah atau daerah tingkat penganggurannya tinggi, proporsi magangnya lebih besar itu harapannya,” ucapnya.
Selain itu, distribusi bidang pelatihan juga akan diperhatikan agar tidak terfokus pada satu sektor tertentu saja. Yassierli menyebut keputusan final masih menunggu proses berjalan, seiring program sebelumnya yang masih berlangsung hingga batch ketiga selesai pada bulan Mei mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....