Presiden Instruksikan Kerja Sama Garuda dan Saudia Airlines demi Tekan Biaya Haji

  • 08 Apr 2026 22:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto instruksikan kerja sama Maskapai Garuda dan Saudia Airlines untuk tekan biaya haji
  • Presiden Prabowo Subianto menilai layanan penerbangan haji kurang efisien

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mendorong langkah strategis untuk menekan biaya haji, dan meningkatkan efisiensi layanan penerbangan haji Indonesia. Hal itu disampaikan Presiden, saat menggelar rapat kerja pemerintah tahun 2026, di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Kepala Negara menginstruksikan, agar disiapkan skema kerja sama antara maskapai penerbangan negara (Garuda Indonesia), dengan Saudia Airlines. Hal tersebut diungkapkan Presiden Prabowo, akan memberikan efisiensi layanan penerbangan haji.

"Saya telah menginstruksikan untuk mendekati Saudia Airlines, supaya Garuda-Saudia Airlines bikin joint venture. Kenapa tidak kerja sama, bikin satu anak perusahaan, 50 persen Arab Saudi, 50 persen Indonesia," kata Presiden Prabowo saat memberikan taklimat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 8 April 2026.

Sebab dijelaskan Kepala Negara bahwa selama ini, layanan penerbangan haji kerap tidak efisien. Hal ini dikarenakan Garuda Indonesia yang mengangkut jemaah ke Tanah Suci kerap kembali ke Indonesia tanpa adanya penumpang.

"Jadi selama ini pesawat Garuda berangkat bawa haji ke Tanah Suci pulangnya kosong, ini kan tidak ekonomis. Arab Saudi juga demikian, dia mengembalikan haji kita ke indonesia, kembalinya kosong," ujarnya.

Untuk itu Kepala Negara mengungkapkan bahwa kerja sama dengan maskapai Arab Saudi harus dilakukan secepatnya. Dengan hal ini Presiden meyakini, akan menekan biaya perjalanan haji masyarakat Indonesia.

" Saya sudah perintahkan 2 bulan lalu, nanti Dirut Garuda menghadap saya. Harga (biaya haji) bisa turun lagi, waktu bisa lebih singkat lagi," ujar Presiden Prabowo.

Diketahui penyampaian taklimat rapat kerja pemerintah itu, diikuti oleh seluruh jajaran anggota Kabinet Merah-Putih dan pejabat Eselon I kementerian/lembaga. Selain itu rapat juga dihadiri sejumlah jajaran Direktur Utama Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....