Eskalasi Tim-Teng Tutup Selat Hormuz, Presiden: Kita Cari Alternatif Lain

  • 08 Apr 2026 20:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto mengatakan, eskalasi di Tim-Teng tidak memberikan dampak signifikan pada pemenuhan energi minyak dan gas (migas) Indonesia
  • Presiden Prabowo Subianto menyatakan, Indonesia dapat mencari alternatif lain dalam memenuhi kebutuhan minyak dan gas (migas) di tengah penutupan Selat Hormuz
  • Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia, telah diberikan kekayaan alam yang berlimpah oleh Yang Maha Kuasa

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mwngatakan bahwa ketegangan yang terjadi di Timur-Tengah (Tim-Teng), tidak memberikan dampak signifikan terhadap Indonesia. Terlebih lagi diungkapkan Kepala Negara, hal itu tidak berdampak pada pemenuhan energi minyak dan gas (migas) Indonesia.

Hal itu disampaikan Kepala Negara dalam Taklimat, Rapat Kerja Pemerintah, di Istana Kepresidenan, Jakarta. Rapat tersebut diikuti seluruh Menteri Kabinet Merah-Putih, dan pejabat Eselon I Kementerian/Lembaga, serta diikuti jajaran Direktur Utama BUMN.

Dijelaskan Presiden, bahwa sumber pemenuhan kebutuhan minyak dan gas nasional, hanya sedikit yang melalui selat Hormuz. Sehingga bila jalur Hormuz terdampak akibat ketegangan Tim-Teng, maka Indonesia masih memiliki cadangan sumber migas dari negara lain.

"Sumber-sumber minyak dan gas kita, tidak terlalu banyak yang lewat Selat Hormuz. Kita bisa mencari alternatif lain," kata Presiden Prabowo dalam taklimatnya, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 8 April 2026.

Selain itu Kepala Negara juga turut menyoroti, berbagai kekayaan alam Indonesia yang dapat menjadi alternatif pemenuhan energi nasional. Hal ini dijelaskan Presiden, menjadi alasan pemerintah tidak menaikan harga BBM Subsidi, ditengah krisis energi global.

Meski demikian ditekankan Presiden Prabowo bahwa, hal tersebut tidak serta merta membuat Indonesia terlena dengan kepastian pemenuhan energi. Pemerintah di bawah kepemimpinannya bertekad, akan terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat ditengah ketidakpastian krisis global.

"Bangsa kita terlalu banyak diberikan oleh Yang Maha Kuasa. Kita tidak boleh menjadi bangsa yang terlalu santai, mari kita koreksi diri kita, aman tidak berarti kita tenang-tenang, santai-santai, tidak," ujar Presiden Prabowo.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....