Kemendikdasmen Siapkan Akomodasi TKA Inklusif untuk Siswa Disabilitas
- 08 Apr 2026 12:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemendikdasmen menyiapkan akomodasi pelaksanaan TKA jenjang SMP, termasuk bagi peserta berstatus Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
- Akomodasi diberikan bagi siswa di sekolah luar biasa dan sekolah inklusi
RRI.CO.ID, Bekasi - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan akomodasi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP. Dukungan ini termasuk bagi peserta berstatus Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Rahmawati mengatakan, akomodasi diberikan bagi siswa di sekolah luar biasa dan sekolah inklusi. “Tidak hanya untuk SLB, siswa berkebutuhan khusus di sekolah reguler juga difasilitasi,” kata Rahmawati dalam taklimat media terkait TKA jenjang SMP di Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 7 April 2026.
Selain itu, lanjut dia, soal telah disesuaikan dengan kebutuhan peserta. Penyesuaian soal dilakukan berdasarkan hambatan masing-masing peserta sehingga dapat dikerjakan secara optimal.
Peserta dengan hambatan penglihatan mendapat soal minim gambar. Format soal lebih banyak berupa kalimat yang kompatibel dengan pembaca layar.
Soal tersebut dibacakan menggunakan aplikasi screen reader. Hal ini memudahkan peserta memahami isi soal secara menyeluruh.
Sebaliknya, peserta tunarungu mendapat soal dengan lebih banyak visual. Kalimat yang digunakan juga lebih sederhana dan tidak kompleks.
Pendekatan ini telah diterapkan dalam pelaksanaan TKA. “Peserta tunarungu lebih kuat secara visual dibandingkan pemahaman kosakata kompleks,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen Toni Toharudin mengatakan, pihaknya menerima masukan terkait penyelenggaraan TKA bagi peserta ABK. Salah satunya terkait jadwal ujian bagi peserta disabilitas.
Beberapa sekolah mengusulkan jadwal tidak terlalu pagi. Peserta disabilitas membutuhkan waktu lebih lama untuk persiapan.
Usulan ini dinilai penting untuk kenyamanan peserta. “Ada usulan agar siswa disabilitas mengikuti sesi siang agar tidak terburu-buru,” kata Toni.
Meski demikian, ia memastikan, Kemendikdasmen terus mengevaluasi pelaksanaan TKA secara menyeluruh. Langkah ini untuk memastikan sistem pendidikan inklusif berjalan optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....