Hampir Dua Juta Siswa Ikuti TKA SMP Gelombang Pertama

  • 08 Apr 2026 09:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sebanyak 1.935.778 peserta mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP gelombang pertama
  • Mayoritas peserta, yakni sebanyak 1.777.571 orang, mengikuti tes dengan moda daring.
  • Sementara 158.207 peserta lainnya menggunakan moda semi daring.

RRI.CO.ID, Bekasi - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sebanyak 1.935.778 peserta mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP gelombang pertama. Mayoritas peserta, yakni sebanyak 1.777.571 orang, mengikuti tes dengan moda daring.

Sementara, 158.207 lainnya menggunakan moda semi daring. Pelaksanaan ini melibatkan lebih dari 35 ribu sekolah di seluruh Indonesia sejak 6-7 April 2026.

“Secara keseluruhan, pada TKA hari pertama dan kedua ini, sistem berjalan sangat stabil dan terkendali. Partisipasinya sangat tinggi, kuatnya dukungan pemangku kepentingan lain, serta mekanisme pengendalian yang kita lakukan juga berjalan efektif,” kata Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin dalam taklimat media terkait TKA jenjang SMP di Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 7 April 2026.

Menurutnya, demi menjamin kualitas dan transparansi hasil, TKA tahun ini menerapkan skema soal berbasis daerah dengan variasi yang lebih beragam. Langkah ini diambil untuk menekan potensi kebocoran soal dan meningkatkan keandalan nilai asesmen masing-masing siswa.

“Keterlibatan berbagai unsur ini menjadi faktor penting agar pelaksanaan TKA dapat berlangsung secara tertib, terjaga integritasnya. Bahkan, sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, operasional TKA diperkuat oleh puluhan ribu pengawas, penyelia dari Dinas Pendidikan dan Kanwil Kemenag. Kemudian, proktor yang bertugas di satuan pendidikan.

Sinergi ini, kata dia, untuk memastikan standar pelaksanaan tetap seragam meski dilakukan dalam empat gelombang hingga 16 April 2026. “Kami sangat optimis TKA tahun ini akan menjadi instrumen yang sangat penting untuk membangun sistem pendidikan yang lebih baik sesuai arah kebijakan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” ujar dia.

Adapun ujian TKA yang berlangsung selama dua hari ini mencakup materi Matematika, Literasi Bahasa Indonesia, serta survei karakter dan lingkungan belajar. Untuk mengantisipasi kendala teknis di lapangan, Kemendikdasmen menyiagakan posko pemantauan pusat dan daerah yang siap memberikan dukungan cepat.

"Bahwa kita mengembangkan sistem pengendalian yang lebih terstruktur melalui command center nasional yang ada di sini. Saat ini untuk tingkat SMP," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....