Semangat Siswa Disabilitas Warnai Pelaksanaan TKA Tahun 2026
- 07 Apr 2026 14:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMP termasuk untuk para murid SMP Luar Biasa (SMPLB).
- TKA ini menjadi program menjadi bagian pemetaan akademik lanjutan dari kebijakan sebelumnya.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMP kembali digelar secara nasional, Senin, 6 April 2026. Kali ini TKA digelar khusus untuk SMP/MTs/sederajat, termasuk untuk para murid SMP Luar Biasa (SMPLB).
TKA ini menjadi program menjadi bagian pemetaan akademik lanjutan dari kebijakan sebelumnya. Di berbagai daerah, suasana pelaksanaan terasa hangat dan penuh semangat, termasuk di SLBN Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur.
Para siswa datang lebih awal dengan kesiapan masing-masing. Mereka tetap bersemangat meski memiliki keterbatasan fisik.
“Siswa kami memiliki tekad dan semangat luar biasa mengikuti tes ini. Mereka ingin terus belajar dan mencoba,” kata Kepala SLBN Pandaan, Iva Evry Robiyansah, dalam keterangan tertulis, Selasa, 7 April 2026.
Sebanyak enam siswa tunarungu di SLBN Pandaan mengikuti TKA hari pertama. Mereka tampak fokus mengerjakan soal dengan pendampingan guru.
Sementara di SLBN Semarang, suasana ujian terasa santai dan menyenangkan. Para siswa mengerjakan soal tanpa tekanan berlebihan.
“Siswa kami hanya tiga orang, dua tunarungu dan satu tunanetra. Mereka sudah dipersiapkan sejak jauh hari,” kata Kepala SLBN Semarang, Sri Sugiarti.
Antusiasme juga terlihat di SLBN Halmahera Barat yang melibatkan sembilan siswa. Bahkan ada siswa yang ingin ikut meski tidak diwajibkan.
“Ada siswa tunagrahita ingin tetap ikut meski sebenarnya tidak wajib. Itu menunjukkan semangat belajar mereka,” kata Kepala SLBN Halmahera Barat, Ismawati Muhammad.
Sekolah memberikan pelatihan penggunaan komputer sebelum pelaksanaan TKA. Tim khusus juga dibentuk untuk mendampingi siswa selama ujian.
Di Jakarta, peserta tunanetra Raka Aditomo mengaku optimis mengerjakan soal. Ia merasa materi yang diujikan sudah dipelajari sebelumnya.
“Kalau saya optimis karena soal yang keluar sudah kami pelajari. Latihan sebelumnya sangat membantu,” kata Raka.
Namun, soal berbasis gambar menjadi tantangan tersendiri bagi Raka. Ia mengandalkan bantuan guru dan teknologi pendukung selama ujian.
“Kami dibantu guru pendamping dan headset dengan screen reader. Itu membuat kami lebih fokus,” ujar Raka.
Pemerintah menyebut TKA tidak hanya untuk pemetaan akademik. Hasilnya juga akan menjadi pertimbangan dalam penerimaan siswa baru.
“Jadi, nantinya hasil dari TKA ini akan menjadi penilaian tersendiri dalam proses penerimaan murid baru. Kalau SMP berarti untuk masuk ke sekolah menengah,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....