Polri Pastikan Rekrutmen Akpol 2026 Berjalan Secara Bersih dan Transparan

  • 08 Apr 2026 13:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Rekrutmen Taruna Akpol 2026 hanya melalui jalur reguler
  • Polri tegaskan seleksi berjalan bersih, transparan, dan akuntabel
  • Jumlah pendaftar capai 7.988 orang, 5.432 telah terverifikasi

RRI.CO.ID, Jakarta – Polri membuka rekrutmen Taruna-Taruni Akademi Kepolisian Tahun Anggaran 2026 melalui satu jalur seleksi reguler. Polri menegaskan proses seleksi berlangsung secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH).

Asisten Kapolri Bidang SDM Anwar menyatakan, seluruh tahapan seleksi berlandaskan prinsip BETAH. Prinsip ini mencakup proses objektif, jujur, terbuka, serta dapat dipertanggungjawabkan.

"Seleksi penerimaan Taruna-Taruni Akpol 2026 menggunakan prinsip BETAH. Artinya proses dilakukan objektif, jujur, terbuka, serta dapat dipertanggungjawabkan," ucapnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu, 8 April 2026.

Ia menjelaskan, transparansi menjadi kunci utama menjaga kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen Polri. Pengawasan dilakukan secara internal maupun eksternal pada setiap tahapan seleksi.

"Setiap tahapan seleksi terbuka dan diawasi internal maupun eksternal. Kami ingin memastikan proses dapat dilihat dan dipercaya masyarakat," ujarnya.

Ia juga menegaskan, rekrutmen Taruna Akpol tahun ini hanya menggunakan satu jalur reguler. Tidak ada jalur khusus maupun titipan dalam proses seleksi.

"Penerimaan Taruna-Taruni Akpol 2026 hanya melalui jalur reguler. Siapa yang memiliki nilai terbaik itulah yang akan lulus," katanya.

Hingga saat ini, jumlah pendaftar mencapai 7.988 orang dengan minat masyarakat yang cukup tinggi. Sebanyak 5.432 peserta telah terverifikasi dan 2.556 masih dalam proses verifikasi.

Menurutnya, rekrutmen ini merupakan investasi strategis dalam menyiapkan pimpinan Polri masa depan. Taruna dipersiapkan menjadi pemimpin adaptif, komunikatif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan tugas.

"Taruna Akpol dipersiapkan menjadi calon pemimpin Polri yang adaptif dan inovatif. Mereka harus mampu menjawab tantangan tugas ke depan," ucapnya.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Johnny Eddizon Isir menambahkan, pengawasan publik menjadi bagian penting menjaga integritas seleksi. Polri menyediakan kanal pengaduan melalui hotline dan QR Code bagi masyarakat.

"Kanal pengaduan akan terus disosialisasikan agar masyarakat mudah mengakses. Partisipasi publik penting menjaga proses tetap bersih dan transparan," katanya.

Polri berharap seluruh rangkaian seleksi berjalan lancar dan menghasilkan calon perwira terbaik. Rekrutmen ini menjadi bagian dari investasi sumber daya manusia jangka panjang institusi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....