Bahan Baku Melonjak, Harga Pakaian Berpotensi Naik 40-50 Persen jelang Iduladha
- 08 Apr 2026 14:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Harga pakaian diperkirakan melonjak 40 hingga 50 persen pada bulan depan menjelang Idul Adha 2026 akibat akumulasi biaya produksi.
- Kenaikan dipicu oleh melambungnya harga minyak dunia yang berdampak pada bahan kimia polimer, paraxylene dan monoethylene glycol, serta gangguan pasokan dari Timur Tengah.
- Biaya kontainer dan asuransi yang terus meningkat memperparah situasi, sementara daya beli masyarakat sangat bergantung pada stabilitas harga BBM dalam negeri.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kenaikan harga pakaian diperkirakan terjadi menjelang Iduladha akibat lonjakan biaya bahan baku tekstil. Kenaikan ini disebut bisa mencapai 40 hingga 50 persen di tingkat konsumen.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat & Benang Filamen Indonesia (APSyFI), Farhan Aqil Syauqi, mengatakan kondisi ini dipicu ketidakpastian harga bahan baku global. Ia menyebut bahan utama seperti paraxylene dan monoethylene glycol sangat bergantung pada harga minyak dunia.
“Kalau misalnya minyak dunia naik, pasti harga paraxylene maupun asam tereftalat dan monoethylene glycol itu naik. Karena berdasarkan dari nafta, yang merupakan hasil dari polimerisasi atau ekstraksi dari minyak bumi,” katanya dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Rabu 8 April 2026.
Selain itu, pasokan bahan baku impor juga mengalami gangguan, terutama dari kawasan Timur Tengah. Hal ini diperparah dengan kenaikan biaya logistik, kontainer, dan asuransi.
“Saudi Arabia kan kemarin sempat ada pengeboman di Aramco, salah satu grup besar untuk kemikal. Ditambah lagi, yaitu terkait dengan kapal, kontainer, dan asuransi yang terus meningkat harganya,” ucapnya.
Farhan menjelaskan dampak kenaikan biaya produksi akan mulai dirasakan konsumen dalam waktu dekat. Menurutnya kenaikan harga pakaian akan terjadi pada bulan depan.
“Kemungkinan yang akan diterima konsumen, harganya akan naik itu di kisaran bulan depan. Jadi kemungkinan idul adha akan ada kenaikan untuk pakaian ya, itu dikenaikan sekitar 40-50 persen,” katanya.
Ia menilai daya beli masyarakat akan sangat dipengaruhi stabilitas harga BBM di dalam negeri. Jika BBM naik, maka penurunan daya beli sulit dihindari.
“Kalau harga BBM ini stabil ya masih aman. Tapi kalau misalnya harga BBM ini naik, bisa dipastikan akan terjadi penurunan daya beli,” ujar Farhan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....