Kemenhut Perkuat Antisipasi Karhutla, Siapkan Helikopter dan Modifikasi Cuaca
- 08 Apr 2026 12:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenhut memperkuat koordinasi dengan BMKG dan BNPB untuk meningkatkan efektivitas pencegahan serta penanganan karhutla di wilayah rawan.
- BNPB menyiagakan 28 helikopter (16 untuk water bombing dan 12 untuk patroli) guna menjangkau titik api yang sulit diakses jalur darat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 2026. Upaya ini dilakukan melalui koordinasi lintas lembaga bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Langkah tersebut bertujuan meningkatkan efektivitas pencegahan dan penanganan karhutla. Khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi. Sinergi antarinstansi menjadi fokus utama pemerintah.
BNPB telah menyiapkan dukungan operasional berupa helikopter untuk penanganan karhutla. Sebanyak 16 unit disiapkan untuk water bombing dan 12 unit untuk patroli udara.
Selain itu, pemerintah juga melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah rawan. Langkah ini bertujuan meningkatkan curah hujan guna mengurangi potensi kebakaran.
Di Provinsi Riau, telah dilakukan dua tahap OMC dengan total 24 sortie penyemaian garam atau sekitar 24.000 kilogram NaCl. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan potensi hujan guna menekan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Operasi udara terus dioptimalkan untuk memperkuat pengendalian karhutla, terutama di wilayah yang sulit dijangkau tim darat. Pemantauan hotspot dan verifikasi lapangan dilakukan secara intensif.
Di sisi lain, penegakan hukum terhadap pelanggaran karhutla di sejumlah wilayah terus diperketat. Sejumlah perusahaan telah dikenakan sanksi administratif atas pelanggaran yang terjadi.
Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap penanganan karhutla dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi. Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi mitigasi nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....