Perang Iran, Traffic Penerbangan Indonesia Mengalami Penurunan
- 08 Apr 2026 12:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Jumlah traffic penerbangan di Indonesia menurun imbas perang di Timur Tengah
- 2. Pemerintah memastikan BUMN Indonesia tidak terdampak perang kecuali Pertamina
- 3. Dua kapal tanker milik Pertamina, belum dapat melintas Selat Hormuz
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, mengatakan perang antara Iran dan Amerika Serikat berdampak kepada penerbangan ke Indonesia. Menurutnya akibat ketegangan geopolitik tersebut menyebabkan penurunan traffic penerbangan, meski penurunannya tidak signifikan.
"Di bandara menjadi jumlah traffic menurun karena beberapa penerbangan terutama yang di Timur Tengah itu berhenti. Ini menyebabkan jumlah traffic kita di bandara kita itu menjadi penurunan," kata Dony, dalam keterangannya kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Selasa, 7 April 2026.
Dony memastikan, kegiatan operasional bandara tidak terganggu kendati terjadi eskalasi global di Timur Tengah. Kegiatan operasional bandara tidak menurun imbas perang Iran dan Amerika bersama sekutunya Israel.
Dony menegaskan, perang di Timur Tengan tidak berdampak kepada BUMN di Indonesia kecuali Pertamina. Seperti diketahui, harga minyak mentah dunia meroket karena pasokan terganggu akibat perang.
Selain itu, dua kapal tanker Pertamina Pride dan Gamsunoro milik PT Pertamina belum dapat melintas dari Selat Hormuz. Namun, Pemerintah Iran memberi sinyal positif dua kapal milik Pertamina untuk melintasi Selat Hormuz.
"Secara langsung tentu kita belum merasakan dampak, kecuali di Pertamina. Pemerintah sudah disampaikan Pak Menko kemarin-kemarin ya bagaimana kebijakan pemerintah terhadap situasi ini.
Dony menegaskan pemerintah berupaya memitigasi dampak perang agar tidak mengganggu perekonomian masyarakat. "Pilihan utama kita adalah masyarakat supaya tidak mengganggu perekonomian masyarakat dan itu yang menjadi kewajiban kita," katanya menegaskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....