Jajaki Bisnis Biometanol, Pertamina NRE Gandeng Crectech Singapura
- 08 Apr 2026 14:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pertamina New & Renewable Energy menandatangani MoU dengan CRecTech Pte. Ltd.
- Kerja sama bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan pengembangan fasilitas percontohan biogas ke biometanol di KEK Sei Mangkei.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan CRecTech Pte. Ltd. MoU tersebut membahas eksplorasi pengembangan fasilitas percontohan biogas ke biometanol di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei Sumatra, Indonesia.
CRecTech Pte. Ltd. adalah perusahaan teknologi bersih berbasis di Singapura yang mengonversi gas berbasis karbon menjadi bahan kimia. CRecTech juga mengonversi gas berbasis karbon menjadi bahan bakar bernilai tinggi melalui teknologi katalitik CRecREF™️.
Inisiatif strategis ini dinilai membuka peluang pengembangan bahan bakar hijau generasi berikutnya. Inisiatif ini juga menjadi tonggak bagi kebermanfaatan signifikan untuk Indonesia dalam rantai pasok energi bersih global.
Pengembangan biometanol berpotensi mendukung dekarbonisasi sektor maritim. Hal ini sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi dari sumber daya lokal.
CEO Pertamina NRE, John Anis menyampaikan, kerja sama ini bertujuan mempercepat pengembangan energi bersih berbasis sumber daya lokal. “Kolaborasi ini merupakan langkah konkret Pertamina NRE dalam mengakselerasi pemanfaatan biogas menjadi produk bernilai tambah tinggi seperti biometanol,” ujar John, Rabu, 1 April 2026.
| Baca juga: Material Maju MOF untuk Penyimpanan Biogas |
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar, baik dari sisi pasar maupun ketersediaan bahan baku. Khususnya dari limbah kelapa sawit yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
John optimis, melalui kemitraan ini Pertamina NRE dapat membangun rantai nilai bahan bakar hijau yang kompetitif dan berkelanjutan. “Kami berharap inisiatif ini tidak hanya berhenti pada tahap percontohan, tetapi dapat segera ditingkatkan ke level komersial,” ucapnya.
Melalui kerja sama ini, Pertamina NRE dan CRecTech akan melakukan studi bersama. Hal tersebut dilakukan untuk mengevaluasi kelayakan pengembangan fasilitas percontohan biogas ke biometanol di KEK Sei Mangkei.
Jika hasil studi menunjukkan potensi yang positif, kolaborasi ini akan dilanjutkan dengan pemanfaatan teknologi katalitik CRecREF™️milik CRecTech. Teknologi tersebut akan diinstal pada Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Sei Mangkei.
“Teknologi CRecREF™️ milik CRecTech dirancang khusus untuk aplikasi seperti ini. Yaitu mengonversi aliran biogas berkualitas rendah menjadi bahan kimia hijau bernilai tinggi langsung di lokasi produksi,” ujar CEO CrecTech, Kang Hui Lim.
Kang Hui Lim menilai, potensi biogas di Indonesia sangat besar. Menurutnya, Pertamina NRE merupakan mitra yang tepat untuk mengubah keunggulan sumber daya tersebut menjadi pasokan biometanol bernilai komersial.
MoU ini juga dilatarbelakangi oleh percepatan transisi global dari bahan bakar laut konvensional menuju alternatif yang lebih ramah lingkungan. Terutama di sektor pelayaran yang tengah bertransisi dari bahan bakar konvensional ke bahan bakar rendah karbon.
Tak hanya itu, Indonesia sendiri memiliki potensi biogas yang signifikan. Khususnya dari sektor kelapa sawit melalui pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....