Material Maju MOF untuk Penyimpanan Biogas

  • 29 Jan 2026 13:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jaakrta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan penelitian material maju metal–organic framework (MOF) guna menjawab tantangan nasional di bidang energi, kesehatan, dan lingkungan. Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Teknologi Polimer BRIN, Canggih Setya Budi, menyampaikan riset ini bekerja sama dengan Kyoto University dalam membentuk sister laboratory, di bawah supervisi Prof. Susumu Kitagawa.

Pada sektor energi, kolaborasi riset diarahkan pada pengembangan sistem penyimpanan dan pemurnian gas metana dari biogas dan gas alam. Teknologi ini diharapkan dapat menjadi alternatif tabung gas konvensional sekaligus berkontribusi mengurangi beban subsidi gas pemerintah.

“Selain itu, riset juga mendukung upaya penurunan emisi karbon melalui pengembangan teknologi carbon capture dan carbon conversion. Sejalan dengan target net zero emission Indonesia pada 2050,” kata Canggih, dalam Webinar ORNAMAT ke-80, Selasa 27 Januari 2026.

Ia menjelaskan, konversi karbon dioksida menjadi metana dilakukan melalui reaksi metanasi dengan katalis berbasis nikel pada penyangga silika mesopori. Untuk meningkatkan stabilitas dan kinerja katalis, digunakan silika mesopori tipe SBA-16 dengan struktur pori tiga dimensi, yang dimodifikasi melalui fungsionalisasi in situ.

“Hasil karakterisasi menunjukkan nanopartikel nikel terdistribusi stabil dan memiliki aktivitas katalitik tinggi dalam reaksi metanasi karbon dioksida,” jelasnya. Selain aplikasi energi, pengembangan MOF diarahkan untuk pengolahan air limbah industri.

MOF dan subkelasnya, zeolitic imidazolate framework (ZIF), dimanfaatkan sebagai penyangga katalis untuk reduksi dan degradasi senyawa toksik, seperti nitroaromatik dan zat warna berbahaya. “Katalis berbasis ZIF bimetalik menunjukkan stabilitas termal yang baik, kinerja tinggi, serta potensi penggunaan berulang dalam pengendalian pencemaran lingkungan,” ucap Canggih.

Sementara itu, Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Kimia Molekuler BRIN, Deliana Dahnum, menjelaskan MOF memiliki luas permukaan dan porositas sangat tinggi yang dapat direkayasa sesuai kebutuhan aplikasi. Sehingga berpotensi besar untuk penyimpanan gas, penangkapan karbon dioksida, dan katalisis.

Pihaknya mengembangkan berbagai material ZIF, seperti ZIF-7, ZIF-8, dan ZIF-67. “ZIF-7 menunjukkan konversi reaksi mendekati 100 persen dalam aplikasi katalitik,” jelas Deliana.

Sementara ZIF-8 dan ZIF-67 berhasil diaplikasikan untuk konversi asam lemak dan minyak kelapa menjadi bahan bakar ramah lingkungan, termasuk bioavtur, dengan yield hingga 99,1 persen pada kondisi optimum. Webinar ORNAMAT ke-80 ini merupakan edisi khusus menjelang Nobel Lecture Prof. Susumu Kitagawa dari Kyoto University, Jepang, yang akan digelar pada 4 Februari 2026 di BRIN Serpong.

Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material BRIN, Ratno Nuryadi, menyampaikan rangkaian webinar ORNAMAT bertujuan memperkuat pemahaman periset mengenai konsep dan aplikasi MOF sebagai bekal menjelang kuliah umum peraih Nobel tersebut. (mh/ed:jh, tnt)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....