Apa Itu Nafta? Bahan Baku Plastik yang Berasal dari Minyak Bumi

  • 07 Apr 2026 10:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Nafta adalah bahan baku plastik yang berasal dari penyulingan minyak bumi.
  • Digunakan untuk menghasilkan senyawa dasar seperti etilena dan propilena yang merupakan komponen utama pembentukan berbagai jenis polimer.
  • Indonesia sendiri masih bergantung pada impor nafta untuk kebutuhan industri.

RRI.CO.ID, Jakarta - Nafta merupakan salah satu bahan baku penting dalam industri petrokimia yang berasal dari minyak bumi. Zat ini berbentuk cairan hidrokarbon yang dihasilkan melalui proses penyulingan minyak mentah di kilang.

Di dunia industri modern, nafta memegang peranan yang sangat vital meski jarang disadari masyarakat luas. Bahan ini menjadi penggerak utama produksi berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari kemasan hingga komponen otomotif.

Secara teknis, nafta dihasilkan melalui proses distilasi bertingkat minyak mentah berdasarkan titik didihnya. Minyak dipanaskan hingga suhu tertentu untuk memisahkan fraksi-fraksi, termasuk nafta sebagai salah satu hasilnya.

Setelah diperoleh, nafta tidak langsung digunakan sebagai produk akhir dalam industri. Bahan ini harus melalui proses lanjutan berupa steam cracking untuk diubah menjadi senyawa yang lebih sederhana.

Melalui proses tersebut, nafta dipecah menjadi etilena dan propilena sebagai bahan dasar plastik. Kedua senyawa ini menjadi komponen utama dalam pembentukan berbagai jenis polimer.

Hampir seluruh produk plastik yang digunakan sehari-hari, mulai dari kemasan, kantong belanja, hingga botol minuman, berasal dari turunan nafta. Hal ini membuat keberadaan nafta sangat penting dalam rantai industri manufaktur.

Selain untuk plastik, nafta juga digunakan dalam produksi karet sintetis dan berbagai bahan kimia lainnya. Penggunaannya yang luas menjadikan nafta sebagai salah satu komoditas strategis di sektor industri.

Di Indonesia, kebutuhan nafta sebagian besar masih dipenuhi melalui impor, terutama dari kawasan Timur Tengah. Kondisi ini membuat pasokan dan harga nafta sangat dipengaruhi oleh situasi global.

Ketergantungan terhadap impor juga berdampak pada industri dalam negeri. Ketika pasokan terganggu atau harga naik, biaya produksi plastik dan produk turunannya ikut terdampak.

Karena itu, pemerintah terus mencari alternatif sumber bahan baku serta memperkuat industri petrokimia nasional. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor dan menjaga stabilitas industri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....