Munas X LDII, Perkuat Ketahanan Nasional Melalui Energi Terbarukan

  • 07 Apr 2026 15:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • LDII kembangkan energi terbarukan demi ketahanan energi nasional
  • Pemanfaatan panel surya di pesantren jadi sarana edukasi masyarakat
  • Menteri Haji sebut kemandirian energi kunci stabilitas dari krisis

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menegaskan komitmen organisasi dalam mengembangkan energi baru terbarukan secara berkelanjutan. Ia menyebut langkah tersebut sebagai kontribusi nyata organisasi dalam mendukung ketahanan energi nasional dan pembangunan berkelanjutan Indonesia.

“Energi baru terbarukan ini bagian dari dakwah bil hal yang kami lakukan secara nyata di masyarakat luas. Kami ingin memberi contoh bahwa organisasi keagamaan juga mampu berkontribusi dalam isu strategis nasional termasuk energi berkelanjutan,” ujar Chriswanto dalam kegiatan Pembukaan Munas X LDII 2026, Jakarta, Selasa, 7 April 2026.

Chriswanto menjelaskan pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya telah diterapkan di berbagai fasilitas LDII seperti masjid dan pesantren. Ia menilai langkah tersebut juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup secara berkelanjutan.

“Kalau kita bisa memberi contoh yang baik kepada masyarakat, itu juga bagian dari dakwah yang berdampak luas. Program ini terus kami kembangkan agar bisa menjangkau lebih banyak wilayah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” ucapnya.

Ia menilai krisis energi global menjadi peringatan penting bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian energi nasional secara menyeluruh. Menurutnya, organisasi masyarakat harus ikut berkontribusi dalam memberikan solusi terhadap tantangan global yang semakin kompleks saat ini.

Menteri Haji dan Umrah RI, Dr KH Mochamad Irfan Yusuf, menilai langkah LDII sejalan dengan visi pemerintah dalam kemandirian energi nasional. Ia menyebut kontribusi masyarakat sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks dan tidak menentu saat ini.

“Kalau kita mandiri energi, maka kita tidak mudah terpengaruh kondisi global yang seringkali berubah secara cepat. Kemandirian ini menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas nasional di tengah berbagai ketidakpastian yang terjadi saat ini,” katanya.

Irfan Yusuf menjelaskan kondisi global menunjukkan betapa rentannya negara terhadap krisis energi yang berkepanjangan dan berdampak luas. Menurutnya, langkah antisipatif harus dilakukan sejak dini agar Indonesia tidak mengalami dampak signifikan dari krisis tersebut.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah semata, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat Indonesia saat ini. Kolaborasi antara organisasi dan pemerintah sangat penting agar program strategis dapat berjalan efektif dan memberikan hasil optimal,” ucapnya.

Ia mengapresiasi langkah LDII yang turut mendukung kebijakan pemerintah dalam sektor energi melalui berbagai program nyata di masyarakat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan energi global saat ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....