MUI Serukan Penghentian Perang Melalui Pendekatan Nilai Keagamaan

  • 07 Apr 2026 14:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan penghentian perang melalui pendekatan nilai-nilai keagamaan.
  • Dalam perspektif agama, MUI menekankan perdamaian atau ishlah disebut lebih utama dibandingkan konflik bersenjata.
  • MUI menilai pihak yang memulai perang memiliki tanggung jawab untuk mengakhirinya.

RRI.CO.ID, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan penghentian perang melalui pendekatan nilai-nilai keagamaan. Seruan tersebut menekankan pentingnya perdamaian sebagai ajaran utama dalam Islam.

"MUI menegaskan bahwa ajaran Islam memiliki landasan kuat untuk menolak kerusakan dan kemudaratan. Segala bentuk kehancuran dinilai harus dihentikan dan tidak boleh dibiarkan berlangsung," tulis MUI dalam siaran pers Taujihat MUI yang dibacakan di Jakarta, Senin. 6 April 2026

Dalam perspektif agama, MUI menekankan perdamaian atau ishlah disebut lebih utama dibandingkan konflik bersenjata. Oleh karena itu, penghentian perang dinilai sebagai bagian dari perintah agama yang harus dijalankan.

Penghentian agresi juga dipandang MUI sebagai upaya menghentikan kerusakan yang ditimbulkan akibat peperangan. Nilai ini menjadi dasar moral bagi umat untuk mendorong terciptanya perdamaian dunia.

Wakil Ketua Umum MUI Marsudi Syuhud menyampaikan pandangan mengenai pihak yang memulai konflik dalam situasi global saat ini. Ia menilai pihak yang memulai perang memiliki tanggung jawab untuk mengakhirinya.

"Pernyataan yang disarankan adalah kalimat sederhana namun kuat. Yakni, 'Saya yang memulai perang, maka saya yang mengakhirinya'," ujar Marsudi.

Ia menekankan bahwa penghentian konflik membutuhkan keberanian moral dari pihak yang terlibat. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan keadilan dan mengakhiri penderitaan akibat perang.

Di sisi lain, MUI juga melihat adanya potensi konflik berlanjut jika serangan terus terjadi. Dalam kondisi tersebut, pihak yang diserang dinilai akan tetap melakukan perlawanan sebagai bentuk pertahanan.

Karena itu, MUI mendorong semua pihak untuk mengedepankan nilai kemanusiaan dan ajaran agama. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi jalan menuju perdamaian yang berkeadilan dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....