Dukung Indonesia jadi Juru Damai, Waketum MUI: Harus Sesuai Kepentingan Nasional

  • 03 Mar 2026 13:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Umum MUI, Cholil Nafis menyatakan dukungan terhadap rencana Presiden Prabowo Subianto menjadi juru damai konflik AS-Israel dengan Iran. Namun, ia mengingatkan langkah tersebut tetap harus mempertimbangkan kepentingan nasional.

"Ya, saya mendorong Pak Presiden untuk menjadi juru damai. Akan tetapi, tentu harus mempertimbangkan kondisi bangsa kita," kata Cholil dalam pernyataannya di Jakarta, Senin, 2 Maret 2026.

Ia menjelaskan Indonesia selama ini menganut prinsip diplomasi bebas aktif dalam politik luar negeri. Karena itu peran mediasi yang dijalankan Presiden diminta tetap berada dalam koridor tersebut.

Cholil menilai peran mendamaikan pihak yang berkonflik merupakan tindakan terhormat dalam ajaran Islam. Upaya tersebut, menurutnya, sejalan dengan pesan konstitusi dan nilai keislaman.

"Jadi saya dukung Pak Presiden untuk berperan bebas aktif untuk mendamaikan. Sebagaimana juga dalam pesan konstitusi kita," ucap Cholil.

Ia juga menekankan komitmen Indonesia terhadap penghapusan segala bentuk penjajahan di dunia. "Termasuk juga harus menyebarkan perdamaian kepada seluruh alam semesta," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan kesiapan Presiden Prabowo melakukan perjalanan ke Teheran untuk mendorong mediasi. Langkah itu diambil di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

"Presiden Indonesia bersedia melakukan perjalanan ke Teheran untuk melakukan mediasi. Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas regional serta perdamaian dan keamanan dunia," tulis Kemlu RI di akun X @Kemlu_RI, Senin, 2 Maret 2026.

Pemerintah Indonesia juga menyatakan penyesalan atas gagalnya negosiasi antara AS dan Iran yang memicu eskalasi militer. Indonesia menyerukan seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan dialog.

"Indonesia kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara. Kemudian menyelesaikan perbedaan melalui cara damai," ucap unggahan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....