Menkeu Bantah APBN Hanya Bertahan Dua Minggu

  • 07 Apr 2026 14:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi isu ketahanan anggaran negara hanya cukup bertahan selama dua minggu. Menurutnya, terdapat oknum di internal kementriannya yang menyebarkan isu bahwa APBN akan habis dalam waktu dua minggu.

“Ada yang bilang uang negara hanya cukup dua minggu. Bahkan isu itu berasal dari internal kementerian,” ujar Purbaya saat rapat bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Senayan, Jakarta, Senin, 6 April 2026.

Isu ini mencuat saat harga minyak dunia mengalami lonjakan signifikan. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap ketahanan APBN nasional.

“Kalau harga BBM tidak naik, apakah APBN tetap kuat sepanjang tahun. Itu yang menjadi pertanyaan saat itu,” ucapnya.

Pemerintah memastikan telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi fluktuasi harga minyak global. Simulasi dilakukan secara rutin untuk menjaga stabilitas fiskal.

“Begitu harga minyak naik, kami langsung melakukan simulasi. Semua skenario kami hitung dengan cermat,” ujar Purbaya.

Simulasi mencakup harga minyak antara 80 hingga 100 dolar per barel. Setiap skenario dilengkapi dengan langkah mitigasi risiko ekonomi.

Dari hasil perhitungan tersebut, defisit anggaran tetap terkendali. Angkanya berada di kisaran 2,9 persen terhadap produk domestik bruto.

“Kalau 80 dolar bagaimana, 90 dolar seperti apa, hingga 100 dolar. Semua sudah kami siapkan mitigasinya,” katanya.

Pemerintah juga menerapkan langkah efisiensi dan penghematan anggaran. Kebijakan ini dijalankan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Tidak benar APBN hanya kuat dua minggu. Kami sudah hitung semuanya dan anggaran tetap aman,” ujar Purbaya.

Dari hasil simulasi tersebut, pemerintah memastikan defisit anggaran tetap terkendali dan berada sekitar 2,9 persen terhadap PDB. Meski harga minyak dunia meningkat tinggi, stabilitas fisikal tetap terjaga melalui langkah mitigasi yang telah disiapkan sebelumnya.

Ia mengatakan, pemerintah telah menyiapkan langkah efisiensi dan penghematan anggaran untuk menjaga stabilitas keuangan negara. Kebijakan tersebut dijalankan sesuai arahan Prabowo Subianto serta hasil koordinasi bersama jajaran kabinet pemerintah pusat.

“Jadi tidak benar kalau APBN hanya kuat dua minggu. Kita sudah hitung semuanya dan anggaran kita masih aman,” ujarnya (Agnes Claudia Ohoira)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....