Presiden Minta Perguruan Tinggi Buat RIset Perumahan

  • 06 Apr 2026 22:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Presiden Prabowo Subianto minta perguruan tinggi buat riset perumahan
  • 2. Pemerintah mempercepat pembangunan program tiga juta unit rumah untuk masyarakat
  • 3. Pemerintah akan renovasi 400.000 unit rumah tahun 2026

RRI.CO.ID, Jakarta- Presiden RI Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia melakukan riset dan kajian terkait perumahan. Keterlibatan perguruan tinggi untuk mendukung mempercepat realisasi program tiga juta rumah untuk masyarakat.

“Pak Presiden juga memberikan petunjuk bagaimana kampus-kampus melakukan riset. Kemudian kajian, dan penanganan permasalahan perumahan,” kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 6 April 2026.

Perguruan tinggi akan berkoordinasi dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara). Pihak kampus akan menyiapkan riset dan memberikan masukan kepada pemerintah terkait perumahan.

“Bapak Menteri Perumahan, Pak Ara akan mengkoordinasikan, kami dari sisi risetnya. Apa-apa yang bisa membantu, memudahkan untuk mengatasi permasalahan perumahan,” katanya.

Seperti diketahui, pemerintah sedang menyiapkan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pemerintah mempercepat pembangunan hunian dengan berkolaborasi lintas sektor, termasuk menggandeng pihak swasta melalui skema gotong royong dalam pembiayaan dan pembangunan.

“Bapak Presiden Prabowo sudah mengarahkan untuk Pak Nusron, Menteri ATR untuk mempersiapkan lahan-lahan untuk perumahan dengan cepat. Sehingga nantinya lahan yang dipersiapkan Pak Nusron kita juga sudah mendapatkan arahan untuk bisa dipersiapkan pembiayaannya dan pembangunannya oleh Danantara,” kata Menteri Ara dalam keterangan persnya di Istana Kepresidenan, Senin, 6 April 2026.

Pemerintah juga menargetkan 400.000 unit rumah direnovasi pada tahun 2026 dan jumlah ini meningkat dari sebelumnya 45.000 rumah. Renovasi rumah tersebar di seluruh kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Menteri Ara mengatakan jumlah renovasi rumah oleh pemerintah sangat signifikan. Ia juga mengatakan program renovasi rumah akan berdampak kepada ekonomi masyarakat.

“Tahun lalu ada 220 kabupaten/kota yang tidak dapat, sekitar 220. Tahun ini semua kabupaten/kota di seluruh Indonesia mendapatkan program bedah rumah dari Bapak Presiden Prabowo,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....