Pascagempa Sulut, Kemkomdigi: 98,2 persen Jaringan Kembali Beroperasi

  • 06 Apr 2026 02:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemkomdigi mencatatkan 98,2 persen jaringan telekomunikasi kembali beroperasi
  • Pascagempa Sulut, 223 site telekomunikasi terdampak
  • 4 wilayah masih belum izin kan terbahg

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan layanan telekomunikasi tetap terjaga, pascagempa di wilayah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Gempa tersebut terjadi pada Kamis, 2 April 2026, dengan kekuatan magnitudo mencapai 7,6 skala richter (SR).

Kementerian yang dipimpin Menteri Komdigi (Menkomdigi) Meutya Hafid, telah melakukan pendataan terkait layanan akses telekomunikasi pascagempa. Berdasarkan pendataan dilapangan, akses layanan jaringan telekomunikasi menunjukkan angka yang menyentuh angka 98,2 persen.

"Kemkomdigi memastikan layanan telekomunikasi di Sulawesi Utara tetap terjaga dan pulih dengan cepat setelah gempa magnitudo 7,6. Hingga pukul 18.00 WIB di hari yang sama, sebanyak 98,2 persen jaringan yang sempat terganggu, telah kembali beroperasi," tulis keterangan resmi Kemkomdigi, dikutip Minggu, 6 April 2026.

Guncangan gempa yang dasyat itu, memiliki titik pusat di 129 kilometer Tenggara Bitung. Meski demikian dalam peristiwa guncangan dasyat itu tercatatkan Kemkomdigi, sempat mengganggu layanan akses pada 223 site.

Meski demikian Kemkomdigi dalam keterangannya menyatakan, bahwa pemerintah langsung bergerak cepat untuk menangani akses telekomunikasi pascagempa. Di hari yang sama saat gempa berlangsung, 219 site telah berhasil dipulihkan sepenuhnya.

"Menyebabkan gangguan pada 223 site atau sekitar 9,97 persen dari total 2.236 site di wilayah terdampak. Hingga sore hari, sebanyak 219 site telah kembali beroperasi, tersisa empat site yang masih dalam proses pemulihan," ujar keterangan resmi tersebut.

Dalam data yang dirincikan Kemkomdigi, setidaknya keempat site yang masih terkendala itu tersebar di Kota Bitung (dua site). Selain itu terdapat di Kabupaten Minahasa (satu site), dan Kabupaten Minahasa Selatan (satu site).

"Gangguan jaringan terutama disebabkan oleh terputusnya pasokan listrik. Untuk menjaga layanan tetap berjalan, operator menggunakan genset sambil menunggu pemulihan listrik dari PLN," imbuh keterangan Kemkomdigi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....