Pemerintah: Ketahanan Pangan Dijamin Aman di tengah Gejolak Timteng
- 05 Apr 2026 22:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah memastikan stok cadangan beras yang dikelola Perum Bulog stabil di angka sekitar 4,5 juta ton.
- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman optimistis ketahanan pangan nasional akan tetap terjaga dalam jangka panjang.
RRI.CO.ID, Makassar - Pemerintah memastikan stok cadangan beras yang dikelola Perum Bulog stabil di angka sekitar 4,5 juta ton. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman optimistis ketahanan pangan nasional akan tetap terjaga dalam jangka panjang.
Hal ini disampaikan Amran saat meninjau Gudang Bulog Panaikang di Makassar, Minggu, 5 April 2026. “Stok beras pemerintah sekarang kurang lebih 4,5 juta ton, jadi, tidak usah diragukan,” katanya.
Jumlah tersebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia dan mampu menjaga ketahanan pangan nasional di tengah gejolak Timur Tengah (Timteng). Amran menegaskan lonjakan stok beras merupakan hasil kebijakan pemerintah yang mendorong peningkatan produksi dalam waktu singkat.
| Baca juga: Stok Beras Nasional Capai 4,3 Juta Ton |
Sejumlah kebijakan yang disebut berkontribusi antara lain kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah menjadi Rp6.500 per kilogram. Kemudian, Penurunan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen.
Lalu, transformasi pertanian modern hingga Kebijakan strategis lain untuk mempercepat produksi. Amran menyebut program prioritas Presiden Prabowo Subianto terbukti mampu meningkatkan produksi beras hanya dalam satu tahun.
Mentan mengungkapkan kapasitas gudang Bulog yang hanya sekitar 3 juta ton kini sudah penuh. Pemerintah bahkan menyewa tambahan gudang hingga 2 juta ton dan berencana menambah kapasitas lagi.
“Dalam 10–20 hari ke depan stok bisa mencapai 5 juta ton. Ini belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Amran.
Ia menegaskan capaian tersebut telah diverifikasi langsung melalui pengecekan lapangan. Menurutnya, masyarakat dipersilakan mengecek langsung gudang Bulog di seluruh Indonesia jika masih ragu.
Amran menungkapkan, kenaikan stok juga terlihat signifikan di daerah. Khususnya, di Sulawesi Selatan.
Saat ini stok beras di provinsi tersebut mencapai 761 ribu ton, lebih dari dua kali lipat dibanding sebelumnya yang sekitar 300 ribu ton. Amran pun memprediksi stok nasional bisa mencapai 6 juta ton dalam dua bulan ke depan.
Ia optimistis ketahanan pangan nasional tetap terjaga dalam jangka panjang. Hal ini berdasarkan perhitungan stok pemerintah.
Cadangan sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka), serta potensi panen yang sedang berlangsung, ketersediaan pangan aman hingga 11 bulan ke depan. “Artinya, stok untuk rakyat Indonesia 11 bulan ke depan aman,” ucap Amran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....