Pemerintah Sampaikan Keprihatinan atas Terlukanya Tiga Prajurit TNI di Lebanon

  • 04 Apr 2026 18:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ledakan di El Addaiseh, Lebanon Selatan pada 3 April 2026 melukai tiga personel Indonesia di UNIFIL, menjadi insiden ketiga dalam satu minggu terakhir.
  • Pemerintah Indonesia meminta Dewan Keamanan PBB menyelidiki seluruh insiden secara cepat, menyeluruh, dan transparan, termasuk mengungkap kronologi kejadian serta pihak yang bertanggung jawab, agar akuntabilitas penuh ditegakkan.
  • Indonesia menekankan keselamatan dan keamanan personel UNIFIL sebagai prioritas utama, dan menekankan pentingnya kerja sama negara-negara penyumbang pasukan untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.

RRI.CO.ID, Jakarta — Pemerintah Republik Indonesia menyatakan keprihatinan yang mendalam atas ledakan yang terjadi pada 3 April 2026 di El Addaiseh, Lebanon Selatan. Ledakan tersebut kembali melukai tiga personel Indonesia yang bertugas dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Insiden ini merupakan yang ketiga dalam kurun waktu satu minggu terakhir yang menimpa pasukan perdamaian Indonesia. Serangan berulang ini dianggap tidak dapat diterima dan menegaskan perlunya penguatan perlindungan bagi personel UNIFIL.

Mengutip dari portal berita Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, pemerintah Indonesia meminta Dewan Keamanan PBB segera menyelidiki seluruh insiden. Pemerintah juga mendorong pertemuan dengan negara-negara penyumbang pasukan guna meninjau langkah-langkah keamanan dan memperkuat perlindungan bagi para anggota.

Pemerintah Indonesia menekankan pentingnya dilakukannya penyelidikan yang cepat, menyeluruh, dan transparan. Penyelidikan tersebut harus mencakup pengungkapan kronologi kejadian serta pihak yang bertanggung jawab.

Akuntabilitas penuh harus ditegakkan agar pelanggaran terhadap personel perdamaian tidak terulang di masa depan. Insiden ini terjadi di tengah operasi militer Israel yang masih berlangsung di Lebanon Selatan.

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan personel UNIFIL adalah hal yang tidak bisa ditawar. Setiap tindakan yang membahayakan mereka merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional yang harus dipertanggungjawabkan.

Indonesia menegaskan bahwa perlindungan personel UNIFIL tetap menjadi prioritas utama. Negara-negara penyumbang pasukan harus bekerja sama untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....