Victor Tambunan: Paskah Momentum Kemenangan dan Pengampunan
- 04 Apr 2026 12:11 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Victor Tambunan menegaskan Paskah sebagai perayaan terbesar yang menandai kemenangan Yesus Kristus atas kematian
- Makna Paskah tidak hanya spiritual, tetapi mendorong umat aktif mewujudkan keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan
- Paskah menjadi seruan pertobatan dan kepedulian terhadap lingkungan serta sesama, terutama pascabencana
RRI.CO.ID, Jakarta — Ompu I Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Victor Tinambunan, menegaskan Paskah merupakan perayaan terbesar dalam tradisi kekristenan. Ia menyebut Paskah menandai kemenangan Yesus Kristus mengalahkan kematian serta membawa pengampunan bagi umat manusia.
Menurut Victor, makna tersebut tidak berhenti pada aspek spiritual, tetapi juga mendorong umat untuk berperan aktif dalam kehidupan sosial. Umat Kristiani diajak menjadi alat Tuhan untuk mewujudkan keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan.
Ia mengatakan kebangkitan Kristus menunjukkan bahwa Allah mencintai kehidupan. Oleh karena itu, umat yang telah menerima pemulihan, dipanggil untuk turut mencintai kehidupan dalam tindakan nyata.
“Jadi kebangkitan Kristus itu sendiri sudah menyatakan dengan sangat jelas bahwa Allah itu mencintai kehidupan. Karena itulah orang-orang kristen yang sudah dipulihkan oleh Tuhan, dia juga bertanggung jawab seirama dengan Tuhan untuk mencintai kehidupan,” ujar pendeta tersebut saat berdialog dengan Pro3 RRI di Jakarta, Sabtu, 4 April 2026.
Victor juga menyoroti peristiwa bencana yang terjadi belakangan ini, dan menjadikannya sebagai pengingat penting bagi manusia. Paskah, menurutnya, menyerukan pertobatan agar manusia lebih peduli terhadap lingkungan dan sesama.
“Jadi kalau bencana kemarin yang sudah terbukti sebagai akibat ulah manusia, oleh karena itu Paskah ini menyerukan pertobatan. Supaya kita sama dengan Tuhan yang mencintai kehidupan, kita manusia yang diselamatkan menjadi alat tangannya untuk merawat alam,” ucapnya.
Pendeta tersebut juga menambahkan bentuk nyata dari penghayatan Paskah dapat diwujudkan melalui pengorbanan. Menurutnya, pengorbanan tersebut mencakup waktu, tenaga, dan apa yang dimiliki untuk membantu sesama yang menderita.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal INTI, Candra Jap, menilai Paskah menjadi momentum refleksi dan harapan di tengah ketidakpastian global. Ia menyebut perayaan ini membawa pesan kasih, damai, serta harapan baru bagi kehidupan manusia.
Menurut Candra, situasi konflik global hingga dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari turut dirasakan masyarakat. Ia mencontohkan kenaikan harga kebutuhan serta perubahan pola hidup sebagai dampak tidak langsung dari kondisi tersebut.
“Memang ini momentum buat kita semua bagaimana kita merefleksikan apa yang kita jalani selama ini. Paskah ini satu pengharapan bahwa ada kasih dan damai di dunia yang memang harus kita kedepankan,” ujar Sekjen Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) tersebut.
Candra menambahkan Paskah juga menjadi pengingat pentingnya menjaga toleransi dan persatuan di tengah keberagaman. Hal ini dinilai relevan dengan kondisi Indonesia yang sedang berada dalam momentum berbagai perayaan keagamaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....