Romo Yohanes: Lux in Nihilo Angkat Perspektif Petrus dalam Jalan Salib Kreatif

  • 03 Apr 2026 13:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Jalan Salib Kreatif *Lux in Nihilo* di Katedral Jakarta mengangkat perspektif Santo Petrus sebagai refleksi iman dalam mengenang sengsara Yesus Kristus.
  • Tema “terang dalam kegelapan” menekankan pesan bahwa manusia kerap jatuh dalam ketakutan, namun kasih Tuhan tetap hadir dan tidak meninggalkan.
  • Pertunjukan melibatkan sekitar 200 orang dengan persiapan lima bulan, serta menghadirkan tantangan pendalaman karakter bagi para pemeran, khususnya tokoh Petrus.

RRI.CO.ID, Jakarta - Gereja Katedral Jakarta menggelar Jalan Salib Kreatif bertajuk Lux in Nihilo dalam rangka memperingati Jumat Agung. Pertunjukan ini menjadi bagian dari refleksi iman umat Katolik dalam mengenang sengsara dan wafat Yesus Kristus.

Pendamping Orang Muda Katolik (OMK) Katedral Jakarta, Romo Yohanes Deodatus S.J menyoroti kegiatan drama Lux in Nihilo hari ini. Ia mengatakan, drama ini mengangkat perspektif Santo Petrus sebagai salah satu murid Yesus.

"Melalui perspektif Petrus, kita diajak melihat manusia dalam penderitaan dan ketakutan sering kali bisa menyangkal dan meninggalkan Tuhan. Ini menjadi pesan utama dalam Jalan Salib Kreatif tahun ini," katanya saat ditemui wartawan usai drama Lux in Nihilo di halaman Gereja Katedral Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat, 3 April 2026.

Ia menjelaskan, tema Lux in Nihilo yang berarti terang dalam kegelapan menggambarkan harapan di tengah keterbatasan manusia. Meski manusia penuh dosa, kasih Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya.

"Peran Yesus menunjukkan penderitaan yang besar. Tetapi tetap mencintai dan tidak meninggalkan manusia, termasuk Petrus," ujarnya.

Ia menambahkan, proses persiapan pertunjukan telah dilakukan sejak November 2025. Mulai dari tahap casting, penulisan naskah, penyusunan musik, hingga latihan intensif selama lima bulan.

Pertunjukan ini melibatkan sekitar 200 orang, yang terdiri dari pemain, tim musik, hingga kru produksi. Para pemeran dipilih melalui proses seleksi dan sebagian di antaranya merupakan pemain yang telah terlibat pada tahun sebelumnya.

Salah satu pemeran Petrus, Mikael mengaku sempat mengalami tantangan dalam mendalami karakter tersebut. Menurutnya, peran Petrus cukup kompleks karena diangkat langsung dari kisah Kitab Suci dengan berbagai interpretasi yang harus dipahami.

"Awalnya ada penolakan karena perannya cukup kompleks. Tapi dengan proses latihan selama lima bulan dan dukungan tim, saya bisa menjalaninya dan merasa puas dengan hasilnya," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....