Gempa M5,3 Guncang Maluku Utara, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
- 03 Apr 2026 11:37 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gempa magnitudo 5,3 terjadi di Maluku Utara, dengan parameter diperbarui menjadi M5,4 oleh BMKG
- Episenter berada di laut barat laut Ternate dengan kedalaman dangkal 10 kilometer dan dirasakan hingga Manado serta Tondano
- Tidak berpotensi tsunami dan merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan pascagempa M7,6 sebelumnya
RRI.CO.ID, Maluku Utara - Gempabumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Maluku Utara, Jumat pukul 10.37 WIB, 3 April 2026. Peristiwa ini berdasarkan hasil analisis dari BMKG yang memperbarui parameter gempa menjadi magnitudo 5,4.
Dilansir dari laman Indonesia Tsunami Early Warning System, Episenter gempa terletak pada koordinat 1,00 derajat lintang utara dan 126,46 derajat bujur timur. Lokasi tepatnya berada di laut sekitar 103 kilometer arah barat laut Ternate, Maluku Utara dengan kedalaman 10 kilometer.
Dengan mempertimbangkan posisi episenter serta kedalaman hiposenter, gempa ini tergolong sebagai gempa dangkal akibat aktivitas deformasi kerak bumi. Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa tersebut memiliki karakter pergerakan naik atau dikenal sebagai sesar dorong.
Dampak gempa dirasakan di beberapa wilayah seperti Manado dan Tondano dengan intensitas II hingga III skala MMI. Getaran dirasakan cukup jelas di dalam rumah dan menyerupai sensasi ketika kendaraan berat melintas di sekitar bangunan.
Hasil pemodelan yang dilakukan menunjukkan bahwa gempa ini tidak memiliki potensi untuk memicu terjadinya tsunami. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Peristiwa gempa ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas susulan setelah gempa besar berkekuatan M7,6 sebelumnya terjadi. Gempa utama tersebut terjadi di wilayah Pulau Batang Dua pada Kamis pagi, 2 April 2026.
Hingga pukul 10.40 WIB, tercatat sebanyak 469 kejadian gempa susulan dengan variasi magnitudo berbeda. Informasi resmi terkait perkembangan gempa diimbau hanya diperoleh melalui kanal komunikasi resmi yang telah diverifikasi oleh BMKG.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....