Dampak Gempa Bitung, Buat Sumber Mata Air Jadi Tak Layak Konsumsi
- 03 Apr 2026 12:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gempa M7,6 di Bitung menyebabkan sumber air Perumda Air Duasudara berubah keruh dan tidak layak konsumsi, sehingga distribusi air bersih terganggu.
- Perumda mengimbau masyarakat tidak menggunakan air untuk diminum sementara waktu, serta memastikan upaya pemulihan kualitas air sedang dilakukan.
- Polda Maluku Utara mengerahkan personel untuk menyalurkan bantuan dan memastikan kebutuhan masyarakat terdampak gempa terpenuhi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Gempa bumi Magnitudo 7,6 yang mengguncang Kota Bitung, Sulawesi Utara tidak hanya berdampak pada kerusakan sejumlah bangunan. Sarana air bersih yang dikelola oleh Perumda Air Duasudara Bitung ikut terganggu.
Perumda Air Duasudara menyebut air minum pelanggan saat ini dalam kondisi tidak layak konsumsi. Direktur Utama Perumda Air Duasudara Bitung, Alfred Salindeho mengatakan, ada perubahan kondisi pada sumber mata air milik perusahaan.
"Pascagempa, sumber air mengalami perubahan. Air menjadi keruh, berwarna coklat, dan untuk sementara tidak layak dikonsumsi," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Jumat, 3 April 2026.
Menurutnya, gangguan ini murni disebabkan faktor alam akibat gempa yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya. Perubahan kondisi sumber air membuat distribusi air bersih ke pelanggan ikut terdampak.
"Kami mengimbau masyarakat, khususnya pelanggan air minum. Sehingga tidak menggunakan air tersebut untuk konsumsi langsung hingga kondisi kembali normal," ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia memastikan, pihaknya tengah berupaya melakukan penanganan agar kualitas air segera pulih.
"Kami memohon maaf kepada seluruh pelanggan, ini bukan karena kelalaian, melainkan dampak bencana alam. Kami berharap kondisi segera membaik dan air bisa kembali layak dikonsumsi," ucapnya.
Polda Maluku Utara mengerahkan personel gabungan untuk membantu distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Kota Ternate. Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas keamanan dan keselamatan warga di wilayah terdampak bencana.
Komandan Satuan Brimob Polda Maluku Utara, Kombes Handri Wira Suriyana mengatakan pihaknya berkomitmen memastikan bantuan sampai tepat sasaran.
"Kami berkomitmen memastikan bantuan sampai tepat sasaran dan masyarakat terdampak segera mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan. Kami berkomitmen memastikan bantuan sampai tepat sasaran dan masyarakat terdampak segera mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....