BNPB Perkuat Sistem Peringatan Dini Gempa dan Tsunami di Wilayah Rawan Bencana
- 02 Apr 2026 20:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan pihaknya terus memperkuat sistem peringatan dini bencana dalam empat tahun terakhir
- Langkah ini difokuskan pada peningkatan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi dan tsunami di berbagai wilayah rawan
- Menurut Suharyanto wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara telah dilengkapi berbagai perangkat peringatan dini gempa bumi dan tsunami
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan pihaknya terus memperkuat sistem peringatan dini bencana dalam empat tahun terakhir. Langkah ini difokuskan pada peningkatan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi dan tsunami di berbagai wilayah rawan.
Suharyanto menegaskan penguatan sistem menjadi prioritas bersama lintas lembaga terkait. “Pemerintah pusat, BNPB dan BMKG di empat tahun terakhir ini berusaha meningkatkan kemampuan peringatan dini terkait gempa bumi, tsunami,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers secara daring, Kamis, 2 April 2026.
Ia menjelaskan penguatan tidak hanya dilakukan melalui kebijakan, tetapi juga pembangunan infrastruktur di daerah rawan. Pemerintah memastikan perangkat peringatan dini tersedia dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh daerah.
Menurutnya, wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara telah dilengkapi berbagai perangkat peringatan dini. BPBD di kedua daerah tersebut kini memiliki dukungan teknologi yang terpasang di wilayah pesisir.
“Sekarang baik di Sulawesi Utara dan di Maluku Utara. Masing-masing BPBD sudah dilengkapi dengan alat-alat peringatan dini," ucap Suharyanto.
"Teknologi ini oleh BMKG di tempatkan di sepanjang laut atau pantai-pantai. BNPB juga sudah membangun pusat pengendalian operasi dan sirine-sirine,” ujarnya.
Suharyanto menyebut sistem tersebut telah menunjukkan efektivitas saat gempa terjadi pada Kamis pagi. Ia mengaku langsung memantau laporan dari BPBD di daerah terdampak.
“Terjadinya gempa tadi pagi ini saya monitor, lalu laporan dari Kalaksa BPBD, baik Sulawesi Utara dan Maluku Utara sirinenya berbunyi. Sehingga paling tidak masyarakat bisa mendapatkan informasi awal terjadinya bencana gempa bumi, bahkan potensi tsunami,” kata Suharyanto.
Ia menilai berfungsinya sirine menjadi indikator penting bahwa sistem mitigasi berjalan sesuai harapan. Hal ini sekaligus menunjukkan kesiapan pemerintah dalam meningkatkan perlindungan masyarakat dari risiko bencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....