BMKG: Waspada Perubahan Cuaca Akhir Musim Hujan
- 02 Apr 2026 18:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang cepat pada akhir musim hujan tahun ini.
- Masa pancaroba atau peralihan musim hujan 2026 menuju kemarau berpotensi ditandai hujan lebat disertai angin kencang dan petir.
RRI.CO.ID, Jakarta - BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang cepat pada akhir musim hujan tahun ini. Masa pancaroba atau peralihan musim hujan menuju kemarau berpotensi ditandai hujan lebat disertai angin kencang dan petir.
Demikian disampaikan Kepala Stasiun Klimatologi DIY, Reni Kraningtyas, dalam keterangan di Yogyakarta, Kamis 2 April 2026. “BMKG mengimbau pemerintah daerah, institusi terkait, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan pada masa akhir musim hujan yang ditandai dengan perubahan cuaca yang cepat,” katanya.
Ia menekankan pentingnya langkah mitigasi guna mengurangi risiko dampak cuaca ekstrem. Masyarakat diminta membersihkan saluran air, memangkas dahan pohon yang berisiko tumbang, serta memastikan struktur bangunan dan baliho dalam kondisi kuat.
“Langkah-langkah ini penting untuk mengurangi potensi dampak cuaca ekstrem selama masa pancaroba,” ujarnya. BMKG juga mengingatkan masyarakat bersiap menghadapi musim kemarau yang diperkirakan bersamaan dengan fenomena El Nino berintensitas lemah hingga moderat.
Fenomena tersebut diprediksi mulai terjadi pada Juli hingga akhir 2026 dengan peluang sekitar 50–60 persen. Kondisi ini berpotensi memicu kekeringan ekstrem menjelang hingga setelah puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Juli–September 2026.
BMKG memperkirakan curah hujan selama musim kemarau 2026 berada di bawah normal. Sehingga kondisi musim kemarau diprakirakan lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologis.
Karena itu, masyarakat dan pemerintah daerah diminta melakukan langkah antisipasi. Termasuk menyiapkan pola tanam yang sesuai agar tidak terjadi gagal panen.
Selain itu, wilayah yang rentan kekeringan diimbau melakukan pengelolaan sumber daya air secara lebih efisien. BMKG berharap kesiapsiagaan sejak dini dapat meminimalkan dampak cuaca ekstrem maupun kekeringan pada tahun mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....