Pemerintah Cari Sumber Alternatif Penghasil Plastik
- 02 Apr 2026 18:06 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Harga plastik mengalami kenaikan imbas perang di Timur Tengah
- 2. Indonesia impor nafta dari Timur Tengah
- 3. Nafta merupakan bahan turunan untuk membuat plastik
- 4. India, Afrika dan Amerika Serikat jadi negara alternatif untuk impor nafta
RRI.CO.ID, Jakarta- Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan pemerintah mencari sumber alternatif untuk bahan baku plastik. Harga plastik mengalami kenaikan imbas dari perang yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat bersama Israel.
“Kita sekarang mencari alternatif pengganti atau alternatif dari negara lain. Kita sudah melakukan misalnya Afrika, India dan Amerika Serikat,” kata Budi Santoso dalam keterangan di Jakarta, Rabu, 1 April 2026.
Menteri Budi mengatakan pasokan nafta di impor dari Timur Tengah. Naftah merupakan bahan baku utama dalam produksi plastik.
Ia mengatakan butuh waktu yang tidak sebentar karena harus berpindah ke negara lain. Menteri Budi berharap agar harga plastik kembali normal.
“Memang ini butuh waktu, karena kan tiba-tiba dari timur tengah trus pindah ke negara lain. Jadi kita harapkan proses ini bisa berjalan dengan baik, sehingga harga bisa kembali normal,” ujarnya.
Pihaknya telah berkomunikasi dengan asosiasi dan pelaku industri untuk mencari alternatif selain Timur Tengah. Termasuk pihaknya telah berkomunikasi dengan perwakilan di luar negeri untuk mencari supplier baru.
“Kami terus berkomunikasi dengan asosiasi dan pelaku industri untuk mendatangkan alternatif lain selain negara-negara itu. Perwakilan kita di luar negeri mencari supplier-supplier baru untuk bisa ekspor masuk ke Indonesia,” katanya.
Menteri Budi menjelaskan masyarakat mengeluhkan kenaikan harga plastik. Ia memastikan tidak hanya Indonesia yang terdampak namun juga negara lain mengalami kondisi yang sama dengan Indonesia.
“Ini kan tidak terjadi di Indonesia saja, jadi beberapa perusahaan di Singapura, di Cina, di Korea, dan Taiwan, Thailand. . Tapi kita untuk bahan baku, kita lakukan sehingga produksi di dalam negeri normal lagi,” katanya menerangkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....