BMKG Catat 93 Gempa Susulan Usai Gempa M 7,6 Sulut

  • 02 Apr 2026 16:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BMKG mencatat 93 gempa susulan hingga pukul 12.00 WIB
  • Magnitudo susulan 2,8–5,8, tujuh gempa dirasakan masyarakat
  • Aktivitas susulan diperkirakan berlangsung hingga satu sampai dua minggu

RRI.CO.ID, Jakarta – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menyebut terjadi 93 gempa susulan usai gempa magnitudo 7,6 di Sulawesi Utara. Data ini dihimpun hingga pukul 12.00 WIB, Kamis, 2 April 2026.

Ia menjelaskan, magnitudo gempa susulan berkisar antara 2,8 hingga 5,8. Dari jumlah tersebut, tujuh gempa susulan dirasakan masyarakat di wilayah terdampak.

"Hasil monitoring kami hingga pukul 12.00 WIB telah terjadi 93 gempa susulan. Episenter berada pada koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,25 Bujur Timur dengan magnitudo 2,8 hingga 5,8 dan tujuh gempa dirasakan," ujarnya dalam konferensi yang dilakukan secara daring, Jakarta, 2 April 2026.

Dalam penjelasannya, gempa utama tergolong dangkal akibat deformasi kerak bumi di wilayah subduksi. BMKG terus memantau aktivitas gempa di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Ia menambahkan, pola gempa susulan masih terus diamati dalam beberapa hari ke depan. Durasi aktivitas susulan dapat berlangsung satu hingga dua minggu tergantung kondisi.

"Biasanya setelah satu hingga dua hari tren akan dipelajari. Bisa berakhir satu minggu atau dua minggu tergantung situasi," katanya.

BMKG juga mengingatkan pengalaman gempa Palu yang memiliki gempa susulan lebih besar. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam pemantauan lanjutan.

Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut guncangan dirasakan kuat selama 10 hingga 20 detik. Getaran terjadi di Bitung dan Ternate hingga membuat warga panik keluar rumah.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan dua gempa susulan terjadi pukul 06.07 WIB dan 06.12 WIB. Keduanya bermagnitudo 5,5 dan 5,2 serta tidak berpotensi tsunami.

"Berdasarkan pemantauan sistem peringatan dini, terdeteksi tsunami kecil di Halmahera Barat dan Bitung. Ketinggiannya sekitar 0,3 meter dan 0,2 meter," ujarnya.

Ia menambahkan gelombang tsunami juga tercatat di Minahasa Utara dengan ketinggian 0,75 meter. Meski kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan masyarakat.

BMKG memastikan peringatan dini tsunami telah diakhiri setelah kondisi dinyatakan aman. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap gempa susulan yang masih mungkin terjadi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....