Tak Semua Gempa Picu Tsunami, Ketahui Syarat Terjadinya Gelombang Raksasa di Laut

  • 02 Apr 2026 12:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tsunami adalah gelombang laut besar yang dapat melaju hingga lebih dari 900 km per jam di tengah laut dan umumnya dipicu oleh gempa bawah laut.
  • BMKG menyebut gempa berpotensi tsunami jika terjadi di laut dengan kedalaman kurang dari 100 km, berkekuatan lebih dari 7,0 SR, serta memiliki pola sesar naik atau sesar turun.

RRI.CO.ID, Jakarta - Tsunami merupakan rangkaian gelombang laut besar yang dapat bergerak sangat cepat. Bahkan, tsunami dapat mencapai lebih dari 900 kilometer per jam di tengah laut.

Bencana ini umumnya dipicu oleh aktivitas geologi, terutama gempa bumi yang terjadi di bawah laut. Namun, tidak semua gempa dapat menimbulkan tsunami karena ada beberapa syarat yang harus terpenuhi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan ada beberapa kriteria gempa yang berpotensi menimbulkan tsunami. Pertama, gempa bumi berpusat di tengah laut dengan kedalaman kurang dari 100 kilometer.

Kedua, gempa memiliki kekuatan lebih dari 7,0 skala Richter. Ketiga, gempa terjadi dengan pola sesar naik atau sesar turun yang menyebabkan pergerakan vertikal pada dasar laut.

Sebelumnya, BMKG menyatakan peringatan dini tsunami berakhir setelah gempa mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Kamis, 2 April 2026. Keputusan tersebut diambil setelah hasil pemantauan menunjukkan tidak ada kenaikan muka air laut signifikan.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, tsunami sempat terdeteksi di sejumlah wilayah dengan ketinggian bervariasi. Data tersebut berasal dari alat pengukur pasang surut laut atau tide gauge di beberapa titik.

BMKG memastikan kondisi laut sudah kembali stabil dan tidak menunjukkan potensi bahaya lanjutan. Oleh karena itu, peringatan dini tsunami resmi diakhiri pada pukul 09.56 WIB.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....