Peringatan Dini Tsunami Pasca Gempa M7,6 di Sulawesi Utara Resmi Berakhir

  • 02 Apr 2026 12:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gempa magnitudo 7,6 mengguncang Sulawesi Utara dengan pusat di tenggara Bitung dan dirasakan kuat oleh masyarakat
  • Sempat terjadi fenomena perubahan air laut serta 25 gempa susulan yang masih dalam pemantauan intensif
  • Peringatan dini tsunami telah resmi berakhir dan masyarakat diimbau tetap tenang serta mengikuti informasi resmi

RRI.CO.ID, Manado - Gempa berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan sempat memicu peringatan tsunami, Kamis pagi, 2 April 2026. Berdasarkan laporan resmi, pusat gempa berada sekitar 129 kilometer tenggara Bitung dengan kedalaman mencapai 62 kilometer di bawah permukaan laut.

Guncangan gempa terasa cukup kuat oleh masyarakat, terutama di Kota Bitung, selama kurang lebih lima belas hingga dua puluh detik. Peristiwa tersebut sempat menimbulkan kepanikan warga yang berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri dari potensi bahaya lanjutan.

Warga di wilayah Girian Bawah melaporkan adanya fenomena air laut surut sejauh sekitar tujuh hingga sepuluh meter dari garis pantai. Selain itu, di kawasan Pantai Candi Bitung Barat Dua, air laut juga terlihat surut sekitar lima meter sesaat setelah gempa terjadi.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak dua puluh lima kali gempa susulan yang terjadi setelah gempa utama mengguncang wilayah tersebut. Selain itu, terdapat laporan kenaikan muka air laut di beberapa wilayah pesisir yang masih dalam pemantauan intensif pihak berwenang.

Peringatan dini tsunami yang sebelumnya sempat dikeluarkan oleh otoritas terkait kini telah resmi dinyatakan berakhir setelah situasi dinilai aman. Data sementara mencatat satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka ringan akibat dampak gempa tersebut.

Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada sejumlah bangunan, termasuk enam unit rumah, empat gedung perkantoran, serta empat rumah ibadah. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado mengimbau masyarakat tetap tenang, menjauhi pantai, dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta BPBD.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....