Komisi VII DPR Kunjungi Pabrik Motor Listrik di Bekasi, Pastikan Dampak Ekonomi

  • 02 Apr 2026 13:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke pabrik motor listrik di Bekasi
  • Salah satu tujuan kunjungan kerja spesifik untuk memastikan tingkat penjualan motor listrik di Indonesia
RRI.CO.ID, Kabupaten Bekasi - Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke pabrik motor listrik di wilayah Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Adapun pabrik motor listrik yang dimaksud yaitu PT QJMotor Manufacture Indonesia.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty menjelaskan, kunjungan ini bertujuan melihat dampak ekonomi motor listrik di Indonesia. "Tujuan kita kesini, kami ingin melihat perkembangan penjualan motor listrik, Khususnya di PT QJ Motor," katanya, saat diwawancarai RRI, Kamis, 2 April 2026.

Evita menegaskan, Komisi VII DPR mendukung kebijakan pemerintah tentang penggunaan kendaraan listrik, baik motor maupun mobil. Bahkan ia juga mendorong masyarakat agar bisa memanfaatkan penggunaan kendaraan listrik.

"Tentunya kami mendukung program pemerintah soal penggunaan kendaraan listrik baik roda dua atau empat. Apalagi sekarang kita tahu dengan perang yang ada kita terus terang akan memiliki tantangan berat dalam pengadaan BBM," katanya.

Hal yang sama disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI, Rycko Menoza. Ia mengatakan, kunjungan kerja spesifik dilakukan untuk melihat langsung produktifitas PT QJMotor Manufacture.


Selain itu, Komisi VII DPR ingin mengetahui berapa komponen dalam negeri maupun luar negeri yang digunakan dalam produksi motor listrik. Mereka ingin melihat seberapa besar dampak kehadiran PT QJMotor baik untuk masyarakat sekitar.

"Kita ingin melihat langsung bagaimana dampak terhadap penyerapan tenaga kerja dengan hadirnya PT QJMotor. Sekaligus melihat seberapa besar dampak mereka terhadap lingkungan sekitar," katanya.

Sekadar diketahui, selama kunjungan kerja spesifik para anggota Komisi VII berkesempatan melihat langsung aktivitas di perusahaan motor listrik tersebut. Termasuk berdialog dengan jajaran direksi perusahaan dan juga par pejabat Eselon I dari Kementerian Perindustrian.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....