BMKG Sebut Tiga Provinsi Menglami Dampak Terbesar Gempa Magnitudo 7,6 Sulut
- 02 Apr 2026 09:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tiga provinsi terdampak utama yakni Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo
- Gempa M 7,6 tergolong megathrust akibat subduksi laut Maluku dengan mekanisme sesar naik
- BMKG mencatat potensi tsunami dan dampak luas di wilayah utara Sulaw
RRI.CO.ID, Jakarta – Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama menyebut tiga provinsi terdampak paling besar akibat gempa di Sulawesi Utara. Wilayah tersebut meliputi Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo, dengan kekuatan Magnitudo 7,6 pada Kamis, 2 April 2026.
"Wilayah terdampak utama meliputi Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo. Kondisi ini menyebabkan dampak terasa luas di sejumlah wilayah," katanya saat konferensi pers, Jakarta, Kamis, 2 April 2026.
Ia menjelaskan, gempa terjadi pukul 05.48 WIB dengan koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,27 Bujur Timur. Kedalaman gempa tercatat sekitar 62 kilometer di bawah permukaan laut.
BMKG juga mencatat adanya gelombang tsunami di beberapa wilayah setelah gempa terjadi. Kondisi ini memperkuat potensi tsunami dari gempa yang terjadi di laut.
Direktur Informasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menjelaskan gempa tergolong dangkal dengan kedalaman sekitar 30 kilometer. Karakteristik ini masuk kategori megathrust yang berpotensi memicu dampak besar.
"Kalau dilihat kedalamannya cukup dangkal dan ini kategori megathrust. Gempa laut dengan sesar naik memiliki potensi tsunami sangat tinggi," ujarnya.
Dalam penjelasannya, gempa terjadi akibat aktivitas subduksi laut Maluku yang memicu deformasi kerak bumi. Analisis menunjukkan mekanisme sumber berupa pergerakan naik atau thrust fault.
"Gempa sesar naik berpotensi memicu tsunami lebih tinggi dibandingkan mekanisme mendatar. Karena itu kami segera mengeluarkan peringatan dini tsunami," ucapnya.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan gempa termasuk dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng laut Maluku. Mekanisme sumber menunjukkan pergerakan naik atau thrust fault.
"Gempa ini terjadi akibat deformasi kerak bumi karena aktivitas subduksi laut Maluku. Analisis menunjukkan mekanisme sumber berupa pergerakan naik," ujarnya.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan tsunami. Informasi resmi diminta hanya mengikuti kanal BMKG untuk menghindari hoaks.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....