BMKG Kategorikan Gempa Bitung M 7,6 sebagai Megathrust, Ketahui Arti dan Dampaknya

  • 02 Apr 2026 11:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BMKG menyebut gempa 2 April 2026 termasuk megathrust dengan magnitudo 7,6 di tenggara Bitung.
  • Gempa dipicu subduksi lempeng dengan mekanisme sesar naik dan berpotensi tsunami.
  • Megathrust merupakan zona berbahaya sehingga masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan bencana.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa yang terjadi hari ini termasuk kategori megathrust. Gempa tersebut berkekuatan magnitudo 7,6 dan terjadi di laut sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara.

Gempa terjadi pada Kamis, 2 April 2026 pukul 05.48 WIB dengan kedalaman sekitar 33 kilometer di bawah permukaan laut. BMKG menyatakan gempa ini dipicu aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme sesar naik atau thrust fault.

Melansir dari akun Instagram @infobmkg, megathrust merupakan zona pertemuan lempeng tektonik yang menyimpan energi sangat besar. Energi tersebut dapat dilepaskan sewaktu-waktu dalam bentuk gempa kuat bahkan berpotensi tsunami.

Megathrust terjadi ketika satu lempeng bumi menunjam ke bawah lempeng lainnya dalam proses subduksi. Proses ini menyebabkan akumulasi energi dalam waktu lama sebelum dilepaskan sebagai gempa besar.

Peta Zona Megathrust di Indonesia

Indonesia memiliki sejumlah zona megathrust yang tersebar di berbagai wilayah rawan gempa besar. Zona ini berada di sepanjang batas pertemuan lempeng aktif yang mengelilingi wilayah Nusantara.

  • Aceh–Andaman dengan potensi magnitudo hingga 9,2.
  • Mentawai–Siberut dengan potensi magnitudo hingga 8,9.
  • Selat Sunda dan Jawa dengan potensi magnitudo hingga 8,7.

Mengapa Harus Waspada?

Beberapa segmen megathrust di Indonesia sudah lama tidak melepaskan energi besar dalam waktu panjang. Kondisi ini dikenal sebagai 'seismic gap' yang berpotensi memicu gempa besar di masa depan.

Segmen Selat Sunda terakhir aktif pada tahun 1757 dan Mentawai-Siberut pada 1797. Hal ini menunjukkan potensi energi besar masih tersimpan dan berisiko dilepaskan sewaktu-waktu.

Apakah Gempa Bisa Diprediksi?

Gempa bumi tidak dapat diprediksi secara pasti baik waktu, lokasi, maupun kekuatannya hingga saat ini. Istilah megathrust sering disalahartikan sebagai kepastian gempa akan terjadi dalam waktu dekat.

Istilah tersebut sebenarnya merupakan bentuk kewaspadaan berbasis data sejarah dan geologi. Tujuannya untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat tanpa menimbulkan kepanikan berlebihan.

Langkah Mitigasi

Masyarakat perlu memahami potensi gempa di wilayah masing-masing sebagai langkah awal mitigasi bencana. Pengetahuan ini penting untuk mengurangi risiko saat terjadi gempa bumi yang kuat dan berpotensi merusak.

  • Kenali potensi gempa di lingkungan sekitar tempat tinggal.
  • Pahami langkah sebelum, saat, dan setelah gempa terjadi.
  • Ikuti informasi resmi dari BMKG dan siapkan jalur evakuasi.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....