Gempa M 7,3 Sulut-Gorontalo, Warga Berlarian Keluar Rumah hingga Mengalami Pusing

  • 02 Apr 2026 07:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BMKG mencatat gempa tektonik bermagnitudo 7,3 terjadi pukul 06.48 WITA, berpusat sekitar 127 km tenggara Bitung dengan kedalaman 18 km.
  • Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah, mulai dari Ternate (V–VI MMI), Manado (IV–V MMI), hingga Gorontalo dan sekitarnya (III MMI).
  • Warga melaporkan guncangan cukup kuat dan berlangsung lebih lama, menyebabkan benda-benda bergoyang serta sebagian warga keluar rumah untuk menghindari risiko.

RRI.CO.ID, Gorontalo – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,3 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo pada Kamis 2 Aril 2026 pagi memicu kepanikan warga. Getaran yang berlangsung cukup lama membuat banyak warga berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Staf Stasiun Geofisika Kelas II BMKG Gorontalo, Ikhwanu Shoffa, menjelaskan gempa terjadi pada pukul 06.48 Wita. Episenter gempa berada di koordinat 1,21 Lintang Utara dan 126,25 Bujur Timur, atau sekitar 127 kilometer tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 18 kilometer.

“Gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah. Di Ternate mencapai skala V–VI MMI, wilayah Ibu skala V MMI, Manado IV–V MMI, serta Gorontalo, Bone Bolango, dan Gorontalo Utara pada skala III MMI,” ujar Ikhwanu dalam keterangan resmi.

Kuatnya guncangan tak hanya terasa di dalam bangunan, tetapi juga terlihat dari benda-benda di luar rumah yang ikut bergoyang. Hasan, warga Dungingi, Kota Gorontalo, mengatakan pohon mangga di depan rumahnya tampak berayun cukup kencang.

“Kabel-kabel internet di sekitar perumahan juga ikut bergoyang,” ujarnya. Warga lainnya, Neny Karim dari Huangobotu, mengaku merasakan getaran yang tidak biasa dibanding gempa sebelumnya.

“Biasanya goyangannya cepat, tapi ini terasa lebih lama. Saya sampai merasa pusing,” katanya.

Hasan, warga Dungingi, Kota Gorontalo mengatakan, pohon mangga yang berada di depan rumahnya terlihat bergoyang-goyang akibat gempa. Demikian juga dengan kabel sambungan internet yang banyak di sekitar perumahan juga bergoyang-goyang.

"Biasanya goyangan gempa terasa cepat, kali ini agak lama. Saya terasa pusing," tutur Neny Karim, salah seorang warga Huangobotu.

Kondisi tersebut membuat banyak warga memilih keluar rumah dan berkumpul di area terbuka untuk menghindari risiko bangunan runtuh. Sejumlah perumahan dilaporkan sempat dipenuhi warga yang bertahan di luar rumah hingga situasi dinilai aman.

BMKG menyebut gempa ini merupakan jenis gempa tektonik yang dipicu aktivitas pergerakan lempeng. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait kerusakan besar maupun korban jiwa, namun masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....