Sekolah Didorong Terapkan Efisiensi Energi tanpa Ganggu Pembelajaran

  • 02 Apr 2026 06:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah mendorong efisiensi energi di berbagai sektor, termasuk pendidikan nasional.
  • Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan, sekolah perlu melakukan penyesuaian.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah mendorong efisiensi energi di berbagai sektor, termasuk pendidikan nasional. Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan, sekolah perlu melakukan penyesuaian.

Meski demikian, ia memastikan kegiatan belajar mengajar tidak akan terdampak kebijakan tersebut. Ia menekankan, aktivitas akademik dan non-akademik harus tetap berjalan normal tanpa pembatasan.

"Kegiatan non-akademik seperti olahraga, ekstrakurikuler, dan pengembangan prestasi siswa juga tetap dapat dilaksanakan tanpa pembatasan. Hal ini sebagai bagian dari pembelajaran yang holistik," ujar Mu'ti usai kegiatan Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan di Kantor Badan Bahasa Kemendikdasmen, Jakarta, Rabu, 1 April 2026.

Ia mengatakan, kegiatan seperti olahraga dan ekstrakurikuler tetap menjadi bagian penting pendidikan. Selain itu, pengembangan prestasi siswa juga tidak akan dibatasi.

Mu'ti memastikan, dukungan terhadap kebijakan efisiensi energi nasional. Untuk itu, sekolah didorong mengoptimalkan penggunaan energi secara bijak dan terukur.

Ia juga mendorong kebiasaan ramah lingkungan di sekolah. “Pengaturan listrik dan pemanfaatan cahaya alami perlu diterapkan,” kata Mu'ti.

Upaya ini diperkuat melalui penerapan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di satuan pendidikan. Program tersebut menekankan lingkungan aman, sehat, bersih, dan indah.

Sekolah diharapkan membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari siswa. Contohnya pengelolaan sampah, penghijauan, dan efisiensi sumber daya.

"Lingkungan sekolah yang aman dan sehat tidak hanya mendukung proses pembelajaran yang optimal. Tetapi juga membentuk karakter murid yang peduli terhadap lingkungan dan kualitas hidup," ujarnya.

Mu'ti menegaskan pendidikan memiliki karakter interaksi langsung yang kuat. Karena itu, pembelajaran tatap muka tetap menjadi prioritas utama.

Ia berharap budaya ramah lingkungan terus tumbuh di sekolah. “Sekolah harus aktif mendukung efisiensi energi melalui kebiasaan hemat,” kata Mu'ti.

Pemerintah mempercepat efisiensi belanja negara melalui penajaman ulang anggaran dan sejumlah kebijakan lainnya. Langkah yang ditempuh untuk mengantisipasi dinamika global ini diproyeksi dapat menghemat anggaran hingga Rp 204,4 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, sejumlah kebijakan dikeluarkan sebagai tindak lanjut arahan Presiden untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional. Sekaligus mendorong transformasi pengelolaan belanja negara.

Pengalihan anggaran dilakukan dari belanja yang kurang prioritas, seperti perjalanan dinas, rapat, belanja nonoperasional, dan kegiatan seremonial. Dalam hal ini untuk menuju belanja yang lebih produktif dan berdampak langsung kepada masyarakat.

”Termasuk juga untuk rehabilitasi dan rekonstruksi bencana di Sumatra. Demi menjaga keptahanan ekonomi Indonesia,” ujar Airlangga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....