Gejolak Timur Tengah, Momen Ubah Budaya Kerja Lebih Efisien
- 01 Apr 2026 08:21 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 2. Transformasi budaya kerja menyikapi perang Iran dan Amerika Serikat-Israel
- 1. Pemerintah umumkan kebijakan transformasi budaya kerja nasional dan penghematan energi
- 3. Kebijakan WFH diterapkan setiap hari Jumat
- 4. Potensi penghematan WFH yang langsung ke APBN adalah Rp6,2 Triliun
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan rakyat Indonesia harus mengubah budaya kerja dan gaya hidup. Transformasi budaya kerja nasional dalam menghadapi dinamika geopolitik dunia.
"Mengumumkan kebijakan pemerintah dalam rangka kita mulai mengubah budaya dan bertransformasi ke depan. Ini menghadapi geopolitik yang memang memengaruhi seluruh negara di dunia," kata Menteri Prasetyo Hadi dalam keterangan pers secara daring, Selasa, 31 Maret 2026.
Menteri Prasetyo mengatakan situasi global terutama perang di Timur Tengah menjadi momentum bagi masyarakat untuk efisien dalam bekerja. Selain itu menjadi momentum untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM)
"Saya kira ini menjadi momentum yang sangat baik bagi kita seluruh masyarakat Indonesia, bagaimana kita mengefisienkan cara kita, mengefisienkan cara bekerja. Mengefisienkan dan mengubah cara bertranportasi kita, mengubah pemakaian konsumsi BBM dari aktivitas kita sehari-hari," ujarnya.
Menteri Prasetyo juga mengapresiasi atas inisiatif sejumlah kepala daerah seperti menggunakan sepeda ke tempat kerja. Kebiasaan tersebut selain menghemat bahan bakar minyak (BBM) juga bagus untuk kesehatan.
"Kita apresiasi inisiatif pemerintah daerah mendorong tempat kerja menggunakan sepeda. Selain mengurangi energi dan BBM tentu membawa efek kesehatan dan kebugaran, semoga bisa diikuti daerah lain," katanya.
Sebelumnya pemerintah mengumumkan kebijakan transformasi budaya kerja nasional dan penghematan energi. Kebijakan tersebut diantaranya adalah penerapan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) setiap Jumat atau satu hari dalam sepekan.
"Penerapan work from home bagi ASN di instansi pusat dan daerah yang dilakukan sebanyak satu hari kerja dalam seminggu yaitu setiap hari Jumat. Diatur melalui surat edaran Menpan RB dan Mendagri," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
WFH dikecualikan bagi sektor publik seperti kesehatan, keamanan, kebersihan. WFH juga tidak berlaku bagi sektor strategis seperti industri atau produksi, perdagangan, transportasi, logistik, keuangan, dan bahan pokok.
Potensi penghematan WFH yang langsung ke APBN adalah Rp6,2 Triliun berupa penghematan kompensasi BBM. Sementara total pembelanjaan BBM masyarakat berpotensi untuk dihemat sebesar Rp59 triliun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....