KKP Bangun 65 Kampung Nelayan Merah Putih
- 15 Sep 2025 13:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memulai pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di 65 lokasi. Program ini ditargetkan rampung pada Desember 2025 sebagai strategi meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Ini merupakan tahap awal dari target pembangunan 100 lokasi kampung nelayan oleh KKP. Sedangkan untuk 35 lokasi berikutnya atau tahap dua akan dikerjakan melalui mekanisme Anggaran Biaya Tambahan (ABT).
Staf Ahli Menteri KKP Bidang Ekonomi Sosial Budaya, Trian Yunanda, menegaskan pembangunan tahap pertama berlangsung selama 3,5 bulan. Menurut dia, dipastikan seluruh sarana dan prasarana produksi bakal selesai sebelum akhir tahun ini.
"Insyaallah saya sudah tanda tangan kontrak untuk 59 lokasi, sedangkan enam lainnya menyusul," ujarnya, Senin (15/9/2025). Yang pasti, lanjut dia, KKP sudah berkomitmen untuk pembangunan kampung nelayan di 65 lokasi tersebut.
Trian menyatakan pembangunan kampung nelayan itu tidak akan berhenti hingga 2025. "Pemerintah menyiapkan target lebih besar pada 2026 dengan membangun 250 kampung nelayan lagi dengan anggaran APBN 2026.
Rencana berlanjut hingga 2027 dengan pembangunan lokasi baru yang kembali ditetapkan awal tahun. Setiap tahap juga disertai social engineering agar masyarakat bisa beradaptasi dengan perubahan.
Kemudian pada 2028, pemerintah akan fokus pada monitoring dan evaluasi seluruh Kampung Nelayan Merah Putih. Secara total, program ini menargetkan terbentuknya 1.100 kampung nelayan hingga empat tahun ke depan.
Program ini menjadi bagian instruksi Presiden dalam meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir. Pemerintah berharap inisiatif ini mampu mengubah kultur desa nelayan menuju ekonomi yang lebih mandiri.
Caranya dengan meningkatkan produktivitas melalui pembangunan sarana produksi. Selanjutnya, sarana tersebut akan dikembangkan menjadi unit bisnis yang dikelola Koperasi Desa Merah Putih.
Trian menyebut Desa Samberbinyari di Biak sebagai contoh sukses program serupa. Pendapatan nelayan di desa itu meningkat dua kali lipat setelah intervensi.
Selain menambah penghasilan, desa itu kini menjadi pusat aktivitas ekonomi baru. Bahkan, wajah pesisir yang sebelumnya kumuh berubah menjadi kawasan produktif sekaligus destinasi wisata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....