Ribuan Film Indonesia Hilang, Pengarsipan Nasional Jadi Perhatian

  • 01 Apr 2026 20:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ketua Yayasan Pusat Penelitian Perfilman Haji Usmar Ismail, Sonny Pudjisasono, ungkap lebih dari 1.000 film Indonesia hilang akibat lemahnya pengarsipan
  • Pengarsipan film nasional dinilai masih kurang perhatian karena dianggap tidak populer
  • Upaya pelestarian film Indonesia diperlukan gerakan nasional untuk menyelamatkan arsip film sebagai warisan budaya

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Yayasan Pusat Penelitian Perfilman Haji Usmar Ismail, Sonny Pudjisasono, menyoroti kondisi arsip film nasional yang masih memprihatinkan. Ia menyebut banyak film Indonesia yang telah hilang akibat kurangnya perhatian terhadap pengarsipan.

Jumlah film yang musnah mencapai lebih dari seribu judul, yang menunjukkan lemahnya upaya pelestarian di masa lalu. Kondisi ini dinilai menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan sejarah perfilman Indonesia.

“Bahwa ada kurang lebih 1.007 film musnah karena pemerintah lalai. Namun saya katakan bahwa bukan pemerintah yang lalai, kita sendiri juga lalai terhadap pengarsipan perfilman nasional,” kata Sonny di Grand Indonesia, Jakarta, Rabu 1 April 2026.

Menurut Sonny, pengarsipan film merupakan bagian penting dalam menjaga warisan budaya. Namun, peran ini masih kurang mendapat perhatian karena dianggap tidak populer dibandingkan produksi film.

“Kegiatan penyelamatan, pengarsipan film ini memang bukan kegiatan yang populer dan tidak populis. Tidak dikenal kalau dibandingkan dalam strata kegiatan perfilman ini memang,” katanya.

Namun, melalui Sinematek Indonesia, Yayasan Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail telah melakukan upaya penyelamatan secara mandiri. Ribuan film nasional berhasil dikumpulkan, dirawat, dan disimpan sebagai bagian dari arsip penting bangsa.

“Kita selamatkan di pusat perfilman di Sinematik Indonesia itu film yang diproduksi tahun 1937 yaitu film ‘Pat Kai’ atau lebih dikenal dengan ‘Siluman Babi’. Itu film tahun 1937 masih terawat dengan baik, kita selamatkan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pengarsipan tidak hanya menyimpan film, tetapi juga berbagai elemen pendukung yang menjadi bagian dari sejarah perfilman. Semua materi tersebut menjadi referensi penting bagi generasi mendatang.

Sonny menilai diperlukan gerakan nasional yang melibatkan berbagai pihak untuk memperkuat upaya penyelamatan arsip film. Tanpa langkah konkret, banyak karya penting berpotensi hilang dan tidak dapat dinikmati di masa depan.

“Kami sedang mendeklarasikan yang namanya Gerakan Nasional Penyelamatan Pengarsipan Perfilman Nasional. Kita ingin memastikan bahwa anak cucu kita akan bisa melihat gemerlapnya film pada masa-masa tersebut,” ucap Sonny.

Ia berharap kesadaran terhadap pentingnya pengarsipan terus meningkat, sehingga film Indonesia tidak hanya berkembang dari sisi produksi, tetapi juga terjaga sebagai warisan budaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....