Joko Anwar Soroti Potensi Besar dan Tantangan Industri Film Indonesia

  • 01 Apr 2026 14:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Joko Anwar sebut industri film Indonesia memiliki potensi ekonomi besar dengan puluhan juta penonton dan pendapatan triliunan rupiah
  • Pasar domestik luas didukung populasi besar dan peluang distribusi melalui platform streaming global.
  • Joko Anwar menilai tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur, akses pasar global, serta perlunya dukungan dan kolaborasi pemerintah

RRI.CO.ID, Jakarta - Produser dan Sutradara, Joko Anwar menyebut Industri film Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Hal ini ia sampaikan dalam perayaan Hari Film Nasional yang digelar LSF RI, di Grand Indonesia, Rabu 1 April 2026.

Ia mengungkapkan bahwa jumlah penonton film Indonesia mencapai puluhan juta setiap tahunnya. Angka tersebut menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap film lokal sekaligus potensi ekonomi yang signifikan.

“Potensi kita di lokal, tentunya saya gak perlu mengulang lagi ya. Tahun lalu kita berhasil menjual 84 juta tiket hanya untuk film Indonesia hampir 3,7 triliun hanya untuk tiket saja,” kata Joko Anwar di CGV Grand Indonesia, Rabu 1 April 2026.

Dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia menjadi pasar yang sangat potensial bagi industri film. Selain itu, kehadiran platform streaming global juga membuka peluang distribusi yang lebih luas bagi karya sineas Indonesia.

“Platform global termasuk misalnya, Netflix juga aktif mencari konten lokal. Mereka adalah partner kita yang bisa kita jadikan potensi, salah satunya karena film yang ditayangkan di streaming dapat diakses luas,” ujarnya.

Namun, ia menegaskan bahwa potensi tersebut masih dihadapkan pada berbagai tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan infrastruktur, terutama dalam proses produksi dan pascaproduksi film.

Selain itu, akses ke pasar global juga masih menjadi hambatan. Menurutnya, film yang bagus saja tidak cukup tanpa didukung strategi pemasaran dan jaringan internasional yang kuat.

“Memiliki film bagus aja gak cukup untuk bisa mengakses pasar global. Kita butuh jaringan, butuh sinergitas antara semua stakeholder, terutama filmmaker dan pemerintah sebagai pembuat keputusan,” katanya.

Joko Anwar juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah dalam membangun ekosistem industri. Termasuk dalam hal pendanaan yang transparan dan akses yang lebih merata bagi para sineas.

Ia berharap melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri, film Indonesia dapat berkembang lebih pesat. Dengan strategi yang tepat, ia optimistis industri film nasional mampu bersaing di tingkat global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....