Hari Film Nasional Jadi Momentum Menjaga Sejarah dan Arsip Perfilman Indonesia

  • 01 Apr 2026 17:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ketua Yayasan Pusat Penelitian Perfilman Haji Usmar Ismail, Sonny Pudjisasono niali Hari Film Nasional tidak sekadar seremoni, tetapi refleksi untuk menjaga sejarah perfilman
  • Film merupakan artefak budaya yang merekam identitas dan perjalanan bangsa
  • Pelestarian dan pengarsipan film penting agar generasi mendatang tetap bisa mengakses karya nasional

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Yayasan Pusat Penelitian Perfilman Haji Usmar Ismail, Sonny Pudjisasono, menilai Hari Film Nasional harus dimaknai untuk menjaga sejarah perfilman Indonesia. Ia menekankan bahwa peringatan ini tidak sekadar seremoni, tetapi juga refleksi terhadap perjalanan industri film nasional.

“Tapi yang perlu kita renungkan dalam Hari Film Nasional ini adalah bahwa kita tidak hanya sekedar memutar film klasik. Tapi kita menjadikan film ‘Darah dan Doa’ ini menjadi tonggak sejarah mengenai penyelamatan pengarsipan film nasional,” kata Sonny di Grand Indonesia, Jakarta, Rabu 1 April 2026.

Hari Film Nasional yang diperingati setiap 30 Maret memiliki kaitan erat dengan tokoh perfilman Indonesia, Usmar Ismail. Tanggal tersebut diambil dari hari pertama pengambilan gambar film ‘Darah dan Doa’ yang menjadi tonggak lahirnya perfilman Indonesia modern.

“Perlu diketahui bahwa film tidak hanya sekedar alat hiburan, tetapi dia juga mempunyai peran sebagai artefak budaya. Karena film itu adalah merupakan ekspresi budaya suatu bangsa pada masanya,” ujarnya.

Ia menilai, pemahaman terhadap nilai historis film menjadi penting agar generasi mendatang tetap dapat mengenal perjalanan budaya Indonesia. Oleh karena itu, peringatan Hari Film Nasional diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian film.

“Kita ingin memastikan bahwa anak cucu kita akan bisa melihat gemerlapnya film pada masa-masa tertentu tersebut. Termasuk film-film yang diapresiasi, ditonton oleh masyarakat jutaan tersebut,” ucapnya.

Sonny juga mengajak seluruh pelaku industri dan masyarakat untuk tidak hanya merayakan Hari Film Nasional saja. Tetapi juga menjaga warisan perfilman nasional agar tetap hidup dan relevan di masa depan.

“Hari Film Nasional yang kita selalu kita peringati setiap tanggal 30 Maret, jangan sampai nanti untuk tidak dirayakan lagi. Kita juga harus memastikan, mendeklarasikan mengenai penyelamatan pengarsipan perfilman nasional,” kata Sonny.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....