Dua Warna Khas untuk Pakaian Jumat Agung, Apa Saja?
- 01 Apr 2026 10:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pakaian hitam mencerminkan suasana berkabung, keheningan, dan perenungan atas penderitaan Yesus Kristus.
- Merah menjadi warna liturgi Jumat Agung yang melambangkan darah, keberanian, dan pengorbanan Yesus Kristus demi keselamatan manusia.
- Umat disarankan memakai warna gelap seperti hitam atau merah marun untuk menjaga suasana khidmat dan mendukung makna spiritual ibadah.
RRI.CO.ID, Jakarta - Jumat Agung merupakan hari umat Kristiani memperingati sengsara dan wafatnya Yesus Kristus di kayu salib. Suasana ibadah di hari ini dipenuhi dengan keheningan, refleksi, dan penghormatan terhadap pengorbanan yang dilakukan demi keselamatan manusia.
Lalu, umat biasanya pakai warna baju apa untuk Ibadah Jumat Agung? Lalu, umat biasanya pakai warna baju apa untuk Ibadah Jumat Agung? Melansir dari Gereja Santo Antonius Keuskupan Agung Katolik Roma Singapura, berikut penjelasan beserta makna warna pakaiannya!
1. Hitam
Warna hitam secara umum dipakai untuk mencerminkan suasana duka dan kesedihan mendalam. Dalam konteks Jumat Agung, warna ini melambangkan kematian, keheningan, dan perenungan atas penderitaan Yesus.
Banyak umat memilih warna hitam untuk menunjukkan empati terhadap peristiwa penyaliban serta menghayati duka secara simbolik. Warna ini membantu menciptakan atmosfer ibadah yang lebih khidmat dan reflektif, jauh dari suasana perayaan.
2. Merah
Selain hitam, warna merah juga sering digunakan, terutama dalam tradisi liturgi Gereja Katolik. Warna merah merupakan warna liturgi resmi Jumat Agung dalam kalender Katolik karena mewakili penderitaan dan pengorbanan.
Merah juga digunakan dalam perayaan para martir karena identik dengan keberanian dan pengorbanan nyawa demi iman. Hari Jumat Agung mengingatkan umat akan sengsara Yesus yang rela mati demi menyelamatkan manusia dari dosa.
3. Panduan berpakaian untuk umat
Bagi umat yang mengikuti ibadah Jumat Agung, tidak ada aturan mutlak soal warna pakaian. Namun, dianjurkan untuk mengenakan busana yang sopan, sederhana, dan bernuansa gelap seperti hitam, abu-abu, atau merah marun.
Hindari pakaian berwarna cerah atau mencolok agar tetap sesuai dengan nuansa reflektif ibadah. Pemilihan warna ini bukan hanya soal penampilan, tetapi juga bentuk partisipasi spiritual dalam mengenang penderitaan Yesus Kristus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....