Hilirisasi CPO Tekan Impor Solar

  • 31 Mar 2026 20:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hilirisasi sawit
  • Nilai tambah sawit
  • Biodiesel B50
  • Indonesia produsen CPO terbesar
  • Energi nasional
  • Produk turunan sawit
  • Lapangan kerja dan investasi

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pertanian menyatakan hilirisasi kelapa sawit memperkuat ekonomi nasional. Hilirisasi sawit juga mendukung kemandirian energi nasional.

Kepala Biro Komunikasi Kementerian Pertanian Moch Arief Cahyono mengatakan hilirisasi meningkatkan nilai tambah sawit. Indonesia tidak boleh hanya mengekspor bahan mentah.

“Hilirisasi CPO adalah langkah transformasi dari pemasok bahan baku menjadi produsen produk bernilai tambah,” ucapnya dalam rilis resmi Kementan, Selasa 31 Maret 2026.

Ia mengatakan pengolahan sawit menghasilkan berbagai produk turunan. Produk tersebut antara lain pangan, kosmetik, oleokimia, dan bioenergi.

Hilirisasi sawit juga mendukung program biodiesel B50 nasional. Program biodiesel berpotensi menggantikan impor solar.

Implementasi biodiesel B50 membutuhkan sekitar 5,3 juta ton CPO. Volume tersebut dapat dialihkan dari ekspor menjadi biofuel.

Indonesia merupakan produsen CPO terbesar dunia. Indonesia menguasai lebih dari 60 persen produksi CPO global.

Produksi CPO Indonesia pada 2025 mencapai 51,66 juta ton. Total produksi CPO dan PKO mencapai 56,55 juta ton.

Ekspor produk sawit mencapai 32,34 juta ton pada 2025. Nilai ekspor sawit mencapai sekitar 35,87 miliar dolar AS.

Peningkatan kinerja sawit mendorong kesejahteraan petani. Nilai Tukar Petani perkebunan mencapai 125,45 pada Februari 2026.

Hilirisasi sawit meningkatkan nilai tambah produk hingga beberapa kali lipat. Nilai tambah produk sawit bisa mencapai lebih dari 30 kali lipat.

Industri hilir sawit telah menghasilkan lebih dari 193 produk turunan. Produk tersebut mencakup pangan, kosmetik, bahan kimia, dan energi.

Kementerian Pertanian menilai hilirisasi sawit memperkuat ekonomi nasional. Hilirisasi juga meningkatkan lapangan kerja dan investasi industri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....