Menekraf Dukung Film Integritas Anti Korupsi Meja tanpa Laci

  • 31 Mar 2026 20:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Upaya membangun kesadaran publik melalui film kembali diperkuat pemerintah
  • Karya bertema integritas dinilai mampu menyentuh masyarakat dengan pendekatan ringan namun bermakna
  • Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya

RRI.CO.ID, Jakarta - Upaya membangun kesadaran publik melalui film kembali diperkuat pemerintah. Karya bertema integritas dinilai mampu menyentuh masyarakat dengan pendekatan ringan namun bermakna.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menilai film bukan sekadar hiburan. Film juga menjadi medium strategis menyampaikan pesan moral yang relevan dengan kehidupan masyarakat luas.

“Bioskop mengutamakan film komersial yang menjanjikan, promosi film ini harus segera dimulai dan dimaksimalkan. Untuk itu, kita siap berkolaborasi dalam rantai nilai film tersebut,” kata Teuku Rifky, Selasa, 31 Maret 2026.

Ia mengapresiasi film “Meja Tanpa Laci” sebagai inovasi kampanye anti-korupsi yang dikemas kreatif. Film ini digagas Andi Sri Ulva Baso dengan mengusung nilai integritas melalui pendekatan yang membumi.

Produser film, Deden Ridwan, menyebut produksi ini membawa narasi positif yang dekat keseharian masyarakat. Ia ingin menghadirkan pesan integritas dengan cara yang lebih ringan, menghibur, dan mudah diterima publik.

“Film ini menunjukkan orang baik masih ada di negeri ini. Kami menghadirkan integritas secara ringan agar pesan sampai dan ekosistem ekonomi tumbuh,” ujarnya.

Film ini mengisahkan Dipa, polisi muda yang menjunjung tinggi integritas di tengah praktik suap. Ia menyelidiki hilangnya seorang pemuda yang terhubung jaringan narkoba dalam distribusi sembako.

Dalam prosesnya, Dipa menghadapi tekanan atasan, ancaman mafia, dan konflik personal yang kompleks. Ia dihadapkan pada pilihan sulit antara mempertahankan prinsip atau tunduk pada sistem yang menekan.

Kementerian Ekraf melihat film ini sebagai bagian penguatan ekosistem industri film nasional. Kolaborasi pemerintah dan pelaku industri diharapkan memperluas distribusi dan meningkatkan kualitas produksi.

Langkah ini juga diyakini mampu menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan bagi industri kreatif Indonesia. Sekaligus memperkuat peran film sebagai medium edukasi publik yang efektif dan relevan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....