Mentan Pastikan Bahan Baku Bioenergi Cukup
- 31 Mar 2026 12:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pengembangan energi terbarukan melalui biofuel dan bioetanol
- Program bioenergi bagian dari hilirisasi pertanian
- Produksi sawit meningkat seiring kebijakan biofuel
- Sektor pertanian menjadi penopang energi nasional
- Bioenergi mendukung kemandirian energi nasional
- Mentan memastikan bahan baku bioenergi dari pertanian mencukupi
- Bahan baku energi berasal dari tebu, singkong, dan sawit
- Bahan baku energi berasal dari tebu, singkong, dan sawit
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan, bahan baku bioenergi dari pertanian mencukupi. Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan penanaman tebu, singkong, dan sawit.
Bahkan, lanjut dia, bahan baku energi terbarukan berasal dari komoditas pertanian dalam negeri di mana penanaman komoditas energi akan ditingkatkan. "Oh sudah pasti cukup, kita tanam tebu, singkong, dan sawit," ucapnya di Jakarta, Senin 30 Maret 2026.
Amran mengatakan, pengembangan energi terbarukan dilakukan melalui biofuel dan bioetanol. Program tersebut menjadi bagian dari hilirisasi pertanian nasional.
| Baca juga: Mentan Optimistis Indonesia Mandiri Energi |
Ia mengatakan peningkatan produksi sawit juga mendukung program bioenergi nasional. Produksi sawit meningkat seiring kebijakan biofuel pemerintah.
"Ekspor kita naik 6 juta ton sawit. Namun, sekarang 32 juta ton," ucapnya.
Adapun kata Amran, kebijakan biofuel meningkatkan harga sawit dunia. Kenaikan harga mendorong petani meningkatkan produksi sawit.
Ia mengatakan, sektor pertanian akan menjadi penopang energi nasional. Pertanian tidak hanya mendukung swasembada pangan nasional.
| Baca juga: Mentan Sebut Etanol Bisa Gantikan BBM |
Sementara itu Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan, pertanian berperan dalam kemandirian energi nasional dan mendukung energi melalui biofuel dan bioetanol. "Kita sudah tidak lagi impor solar karena program B40," kata Sudaryono.
Sudaryono mengatakan, 40 persen solar berasal dari biofuel sawit. Sementara 60 persen solar diproduksi di dalam negeri.
Ia mengatakan kemandirian energi menjadi program pemerintah saat ini. Sektor pertanian menjadi salah satu penopang energi nasional.
"Kemandirian energi bukan lagi slogan. Tetapi sedang kita wujudkan," ucapnya.
Program bioenergi diharapkan mendukung kemandirian energi nasional. Pertanian diharapkan mendukung pangan dan energi nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....