Menteri ESDM Tegaskan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Mekanisme Pasar Global
- 31 Mar 2026 09:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri ESDM bahlil Lahadalia menegaskan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi ditentukan berdasarkan mekanisme pasar global
- Bahlil menjelaskan ketentuan itu tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022. Regulasi tersebut mengatur dua skema harga, yakni untuk sektor industri dan nonindustri
- Bahlil menegaskan perubahan harga BBM nonsubsidi tidak membebani anggaran negara, karena itu pembiayaan BBM tersebut tidak ditanggung oleh pemerintah
RRI.CO.ID, Tokyo - Menteri ESDM bahlil Lahadalia menegaskan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi ditentukan berdasarkan mekanisme pasar global. Bahlil menyampaikan sistem penetapan harga BBM nonsubsidi telah diatur dalam regulasi pemerintah.
Ia menjelaskan ketentuan itu tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022. Regulasi tersebut mengatur dua skema harga, yakni untuk sektor industri dan nonindustri.
"Di Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022 itu mengatur dua formulasi tentang harga BBM, satu harga BBM industri dan satu nonindustri. Kalau yang industri tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar," kata Bahlil dalam keterangan persnya di Tokyo, Jepang, Senin, 30 Maret 2026.
Menurutnya, BBM untuk sektor industri umumnya menggunakan jenis dengan angka oktan tinggi. Contohnya seperti RON 95 dan RON 98 yang digunakan kalangan usaha dan masyarakat mampu.
Jenis BBM tersebut, kata Bahlil, tidak memperoleh subsidi dari pemerintah karena menyasar kelompok pengguna tertentu. Oleh karena itu, penyesuaian harga sepenuhnya mengikuti kondisi pasar global.
Bahlil menegaskan perubahan harga BBM nonsubsidi tidak membebani anggaran negara. Hal ini karena pembiayaan BBM tersebut tidak ditanggung oleh pemerintah.
| Baca juga: Mentan Sebut Etanol Bisa Gantikan BBM |
"Bensin RON 95, 98, itu kan orang-orang yang mampulah, seperti mohon maaf contoh Pak Rosan, Pak Seskab, masa pakai minyak subsidi ya kan? Selama mereka mau, selama ada uang untuk bayar monggo, tugas negara menyiapkan yang membayar, tidak ada tanggungan negara sama sekali," ucapnya.
Bahlil juga menyampaikan pemerintah tetap memastikan perlindungan bagi masyarakat melalui kebijakan BBM subsidi. Kebijakan tersebut difokuskan untuk menjaga daya beli masyarakat kecil.
"Saya katakan bahwa subsidi tunggu tanggal mainnya. Insyaallah saya yakinkan Bapak Presiden dalam membuat kebijakan selalu mempertimbangkan dan memprioritaskan tentang kondisi masyarakat," ujar Bahlil.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....