Peredaran Uang Kertas-Logam saat Lebaran 2026 Mencapai Rp1.370 Triliun

  • 27 Mar 2026 11:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Peredaran uang kertas dan logam saat Lebaran 2026 mencapai Rp1.370 Triliun
  • Peredaran uang saat Lebaran 2026 tertinggi, dibandingkan periode yang sama di tahun 2025
  • Lonjakan peredaran uang saat Lebaran 2026, membuka potensi ekonomi domestik bekerja secara optimal

RRI.CO.ID, Jakarta - Momen Lebaran 2026 menjadi periode vital bagi ekonomi Indonesia dengan ditandai lonjakan peredaran uang tunai di tengah masyarakat. Disampaikan Kepala Peneliti NEXT Indonesia Center, Ade Holis, hal ini berdasarkan penelitian data Bank Indonesia (BI), yang dilakukan pihaknya.

Dengan melonjaknya peredaran uang di tengah masyarakat ini, mencerminkan peningkatan daya beli dan kesiapan konsumsi rumah tangga nasional. Setidaknya dalam momentum Lebaran 2026, BI telah menyiapkan jumlah peredaran uang dengan nominal mencapai Rp1.370 triliun.

Bahkan dari data ini diungkapkannya, naik sebesar 10,4 persen jika dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2025. Kepala Peneliti NEXT Indonesia Center, Ade Holis menyebut, pada tahun 2025 peredaran uang kertas dan logam yang disiapkan BI hanya mencapai Rp1.240 Triliun.

"Jumlah uang kartal atau uang tunai dalam bentuk kertas maupun logam yang diedarkan untuk kebutuhan jelang Lebaran 2026 mencapai Rp 1.370 triliun. Lebih tinggi 10,4 persen atau naik Rp 130 triliun dibandingkan menjelang Lebaran 2025 yang hanya Rp 1.240 triliun," kata Ade dalam keterangan tertulisnya, yang diterima di Jakarta, Jumat, 27 Maret 2026.

Lebih lanjut diungkapkannya, jumlah uang tunai yang beredar di Lebaran 2026 juga menembus rekor dalam pencetakan uang. Bahkan rekor itu dikatakan Ade, menjadi yang tertinggi dalam kurun waktu enam tahun terakhir.

Kepala Peneliti NEXT Indonesia Center, Ade Holis menyatakan bahwa hal ini menjadi momentum emas dalam penyerapan konsumsi ekonomi. Hal ini diyakininya akan memberikan dampak semakin menguatnya ekonomi domestik.

"Lebaran 2026 adalah momentum emas. Kita sedang menyaksikan mesin ekonomi domestik bekerja pada kapasitas optimal," imbuhnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....