Menteri ESDM Minta Masyarakat Tak Lakukan Panic Buying BBM
- 26 Mar 2026 19:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah menegaskan kondisi energi nasional tetap aman di tengah ketegangan global akibat konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran.
- Masyarakat diminta tidak melakukan panic buying bahan bakar minyak (BBM).
- Stok bahan bakar minyak (BBM) jenis solar nasional dalam kondisi aman karena Indonesia telah menghentikan impor solar sejak awal 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menegaskan kondisi energi nasional tetap aman di tengah ketegangan global akibat konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran. Karenanya, masyarakat diminta tidak melakukan panic buying bahan bakar minyak (BBM).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan energi berada dalam kondisi terkendali. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan.
“Tidak usah ada rasa panic buying. Pakailah dengan secukupnya,” ujar Bahlil saat inspeksi mendadak di Jawa Tengah secara daring dari Kementerian ESDM di Jakarta, Kamis 26 Maret 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk meredam kekhawatiran masyarakat sekaligus menjaga stabilitas distribusi dan ketersediaan BBM di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memastikan pasokan energi tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Selain itu, ia memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) jenis solar nasional dalam kondisi aman karena Indonesia telah menghentikan impor solar sejak awal 2026. “Kami harus meyakinkan kepada rakyat Indonesia bahwa solar kita insyaallah tidak lagi melakukan impor, jadi clear (aman),” katanya.
Penghentian impor solar didorong oleh beroperasinya proyek besar Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan milik PT Pertamina (Persero). Proyek ini meningkatkan kapasitas kilang hingga 360 ribu barel per hari.
Diketahui, kilang ini sebelumnya diresmikan Presiden Prabowo Subianto dan menjadikannya kilang terbesar di Indonesia. Seiring peningkatan kapasitas tersebut, pemerintah tidak lagi menerbitkan izin impor solar.
Bahkan, SPBU swasta yang sebelumnya mengandalkan impor kini diwajibkan membeli pasokan dari Pertamina. Meski impor solar dihentikan, Indonesia masih mengimpor sekitar 50 persen kebutuhan bensin.
Saat ini, pemerintah tengah mencari alternatif negara pemasok minyak mentah, di antaranya Angola, Brazil, Amerika Serikat, hingga Rusia. Sementara itu, impor LPG masih mencapai sekitar 70 persen dari total kebutuhan nasional.
Pemerintah kini masih memantau perkembangan krisis energi global akibat konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran. Serangan gabungan pada 28 Februari dilaporkan menewaskan sekitar 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke sejumlah negara kawasan Timur Tengah serta mengambil kendali Selat Hormuz. Ini merupakan jalur vital distribusi minyak dunia yang menjadi penghubung utama pasokan energi ke negara-negara Asia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....