Pemerintah Targetkan 101 Sekolah Rakyat Permanen Rampung Juni 2026
- 26 Mar 2026 16:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah menargetkan 101 Sekolah Rakyat permanen rampung pada Juni 2026
- Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi siswa dari keluarga miskin ekstrem pada tahun ajaran baru 2026/2027
- Sekolah Rakyat tersebut ditargetkan dapat menampung sebanyak 1.080 siswa per tahun
- Sekolah ini disertai fasilitas lengkap yang disediakan gratis, termasuk asrama, layanan kesehatan, dan sarana digital
RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 101 Sekolah Rakyat permanen rampung pada Juni 2026. Sekolah tersebut disiapkan untuk menampung siswa dari keluarga miskin ekstrem pada tahun ajaran baru 2026/2027 mendatang.
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari mengatakan program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan. Selain itu, ia menyebut sekolah rakyat ini juga menyediakan fasilitas lengkap bagi siswa secara gratis.
“Sekolah-sekolah tersebut dapat digunakan untuk tahun ajaran baru 2026/2027 yang dimulai pada Juli 2026,” kata Qodari dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu, 25 Maret 2026. Ia menyebut progres pembangunan saat ini berjalan sesuai rencana.
Di Sekolah Rakyat, siswa akan mendapatkan fasilitas asrama, layanan kesehatan, serta sarana belajar digital. Serta, kebutuhan pokok dan penunjang pendidikan juga disediakan secara gratis.
Qodari menjelaskan pembangunan ini merupakan tahap kedua dari program Sekolah Rakyat permanen. Ia menyebut, tahap ini merupakan kelanjutan dari Sekolah Rakyat rintisan yang telah diresmikan sebelumnya.
Pemerintah awalnya menargetkan pembangunan 104 sekolah pada tahap kedua. Namun, sebanyak 101 sekolah diprioritaskan rampung lebih dahulu, sementara tiga lainnya dijadwalkan dibangun pada Oktober 2026.
"Sebaran ini mencerminkan upaya pemerataan akses pendidikan melalui pembangunan infrastruktur pendidikan di berbagai wilayah. Termasuk daerah tertinggal dan kepulauan," kata Qodari.
Selain meningkatkan akses pendidikan, program ini juga berdampak pada ekonomi. Pembangunan diperkirakan menyerap sekitar 58 ribu tenaga konstruksi dan membuka 5.200 lapangan kerja tenaga pendidik.
Setiap sekolah yang dibangun, ditargetkan mampu menampung sekitar 1.080 siswa per tahun. Program ini ditujukan bagi keluarga desil satu dan dua berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat sebagai komitmen pemerintah memperluas akses pendidikan berkualitas.
Ia menyebut program ini juga menjadi investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” kata Menteri Dody.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....